42 Korban Kebakaran di Margorukun Ditampung di 'Kampung Ilmu', Begini Kondisinya

korban kebakaran di Jalan Margorukun, ditampung di lokasi pengungsian sementara di 'Kampung Ilmu', Jalan Semarang, Surabaya,

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/Luhur Pambudi
suasana di pengungsian, para korban menikmati nasi kotak untuk makan malam di Kampung Ilmu 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sedikitnya 42 orang dari 10 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Jalan Margorukun, ditampung di lokasi pengungsian sementara di 'Kampung Ilmu', Jalan Semarang, Surabaya, Rabu (10/7/2019) malam.

Memanfaatkan bangunan 16 m x 5 m di lantai 2 kios buku itu, para pengungsi tampak beristirahat menggunakan matras yang disediakan oleh pihak Pemkot Surabaya melalui BPB Linmas Surabaya.

Selain itu, tampak pula tumpukkan pakaian, selimut dan air mineral kemasan yang sengaja ditaruh oleh petugas berdekatan dengan pintu masuk ruang pengungsian.

Satu diantara pengungsi bernama Santi Dwi Kumala (27) mengaku hanya bisa pasrah menghadapi situasi tersebut.

Ia beserta suami dan seorang anaknya terpaksa memilih tinggal di pengungsian yang disediakan Pemkot Surabaya, lantaran tak ada pilihan lain.

Sempat Terluka Akibat Kebakaran, Ketua RT Margorukun Surabaya ini Tetap Mendata Warganya

Prodi Baru Bioteknologi di FMIPA UM Digandrungi Peserta SBMPTN 2019, Rektor: Diminati Milenial

Seekor Buaya Jebol Atap Rumah di Kedungkandang Malang Bikin Warga Geger, Sempat Viral di Facebook

Rumahnya yang berada di Jalan Margorukun RT 09 RW 2, Gundih, Bubutan, tak luput dari amukan si jago merah pagi tadi.

Sejauh ini, Santi menganggap fasilitas bantuan yang diberikan Pemkot Surabaya terbilang cukup.

"Peralatan mandi baju tas sekolah sama sepatunya terus ada makan malam dan minuman selimut kasur semuanya sudah lengkap malah tadi sudah ada sudah ada dokternya," katanya saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (10/7/2019).

Kendati demikian, Santi mengaku berharap keluarganya bakal mendapat bantuan perbaikan renovasi rumah dari pihak Pemkot Surabaya.

"Seadanya aja, pokoknya bisa berdiri bangunan dan bisa dibuat tidur," katanya.

Namun ia mengaku tidak akan menolak bila pihak Pemkot Surabaya bakal memindahkannya ke Rumah Susun.

"Ya kalau memang dikasih rumah susun yo wes gak popo, kalau memang itu nggak bisa dapat ganti rugi, ya saya terima saja pokoknya Dapat bantuan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved