Rumah Politik Jatim

Pakde Karwo Tolak Jabatan Ketua Umum Demokrat dan Penyelenggaraan KLB: 'Saatnya Orang Muda Memimpin'

Pakde Karwo tolak jadi Ketua Umum Partai Demokrat dan penyelenggaraan KLB, sebut saatnya orang muda memimpin

SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo menegaskan tak akan bersedia untuk menerima jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Tak hanya itu, pihaknya bersama pengurus Demokrat di Jawa Timur juga tak akan mendukung penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.  

Alih-alih menyatakan kesiapsediaan, ia justru menyebut kriteria calon Partai Demokrat ke depan.

90 Persen Arah Koalisi Partai Demokrat Sudah Terlihat, Ini Komentar Pakde Karwo

”Terkait dorongan menjadi ketua umum, tidak ada. Seharusnya, sudah saatnya orang-orang muda yang giliran memimpin,” kata Pakde Karwo (sapaan Soekarwo) ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (13/7/2019).

Namun, ia tak menyebut nama yang bisa merepresentasikan figure muda tersebut.

”Kalau saya, lebih baik pilih orang muda yang komunikasinya nyambung dengan voters,” tegas Pakde Karwo yang juga Anggota Majelis Tinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini.

Partai Demokrat Siapkan Mantu Pakde Karwo hingga Mantan PJ Wali Kota di Pilwali Surabaya 2020

Tak hanya menolak jabatan tersebut, Pakde Karwo juga tak mendukung penyelenggaraan Kongres dipercepat atau Kongres Luar Biasa.

”Kongres Luar Biasa tetap sesuai jadwal, Maret 2020 mendatang. Pada kongres tersebut akan memilih struktur kepengurusan yang baru,” urai Pakde Karwo.

Pakde Karwo menegaskan partainya memiliki konstitusi melalui AD/ART.

Andi Mallarangeng Ditanya Soal Gerindra Gabung Koalisi Jokowi, Politikus Demokrat Itu Cuma Tersenyum

Sehingga, pihaknya memilih untuk mentaati AD/ART tersebut dengan tidak meminta penyelenggaraan Kongres Luar Biasa.

Sebelumnya, sejumlah politisi yang mengaku sebagai para pendiri dan deklarator Partai Demokrat mempertanyakan prestasinya Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memimpin partai dengan dominasi warna biru ini.

Sebagai Ketua Umum, SBY dinilai gagal membawa Partai Demokrat tampil gemilang di pentas politik Indonesia.

Demokrat Minta Prof Laode yang Sebut Prabowo Menang 62% Dihadirkan di Sidang MK: Mana Sumbernya?

Sebaliknya, SBY dinilai telah menghancurkan Partai Demokrat.

Hal ini disampaikan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Senior Partai Demokrat.

Satu di antara pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntungan, menyebut SBY gagal memimpin partai dalam dua periode.

Andre Rosiade Mengaku Bingung dengan Sikap Demokrat Sebut Koalisi Dibutuhkan untuk Kawal Gugatan MK

"Bapak ketua umum dalam hal ini Bapak Susilo Bambang Yudhoyono selama menjadi ketua umum Partai Demokrat dalam dua periode, yakni tahun 2014 dan 2019 dinyatakan gagal," ujarnya

Oleh karena itu, partai seharusnya melakukan percepatan untuk mengganti Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) serta menyebut Pakde Karwo sebagai kandidat potensial pengganti SBY.

"Pendiri dan Deklarator Senior Partai Demokrat meminta melaksanakan kongres dipercepat dan atau kongres luar biasa Partai Demokrat," kata Hengky Luntungan(Surya/Bobby Koloway)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved