Tradisi Jathilan di Kawasan Wisata Gunung Bromo Bakal Digelar Bulanan, Dimulai 24 Agustus Nanti

Pemkab Probolinggo akan jadikan Jathilan menjadi event bulanan dimulai 24 Agustus mendatang

Tayang:
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Persiapan Jathilan di kawasan wisata Gunung Bromo 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tak tanggung - tanggung dalam menggenjot potensi wisata Gunung Bromo.

Pemkab Probolinggo berencana bersama pelaku jasa wisata di kawasan Gunung Bromo akan menggelar Jathilan.

Tidak hanya dilakukan setahun sekali, tapi setiap bulan sekali.

Jathilan dikenal sebagai tarian paling tua di Jawa, dikenal juga dengan nama Jaran Kepang.

Tarian ini mempertontonkan kegagahan seorang prajurit di medan perang dengan menunggang kuda sambil menghunus sebuah pedang.

Intip Peninggalan Perkebunan dan Pabrik Kopi Era Belanda di Trenggalek, Pecinta Kopi Wajib Datang!

Penari menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kulit binatang yang disebut dengan Kuda Kepang, diiringi alat musik gendang, bonang, saron, kempul, slompret dan ketipung.

Penari menggunakan seragam prajurit dan yang lainnya menggunakan topeng dengan tokoh-tokoh yang beragam, ada Gondoruwo (setan) atau Barongan (singa).

Mereka mengganggu para prajurit yang berangkat ke medan perang.

Selain di Yogyakarta, Jathilan juga berkembang di wilayah lain seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah, meski masing-masing menampilkan versi yang berbeda.

Lakon yang dimainkan umumnya sama, seperti Panji, Ario Penangsang atau gambaran kehidupan prajurit pada masa kerajaan Majapahit.

Sosok Ainun Musyarofah, Tim Kenari Dishub Surabaya yang Sering Dikira Pria saat Patroli Pakai KLX

Jathilan rencananya akan mulai digelar di kawasan wisata Gunung Bromo, 24 Agustus mendatang.

Setiap bulannya akan digelar pada Bulan Purnama atau menjelang dan setelah bulan purnama.

Hal ini dilakukan untuk memancing wisatawan agar bisa menikmati Gunung Bromo dan wisata budaya.

“Bupati mendukung penuh event ini. Bahkan akan dibackup APBD. OC dan SC akan dibentuk dan SK kan Bupati. Tapi tidak semua dibackup penuh,” jelas Camat Sukapura, Bambang Wahjudi.

Meski ada yang dibackup dari APBD Kabupaten Probolinggo, namun sebagian lainnya akan ditalangi oleh masyarakat, utamanya PHRI Kabupaten Probolinggo.

Sego Gegok Mbak Tumirah Trenggalek, Nasi Dibungkus Daun Pisang yang Menggoyang Lidah, Mau Cicipi?

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved