Diduga Telah Cabuli Anak Tiri, Pria Asal Blimbing Malang ini Harus Mendekam di Penjara

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang menangkap AB warga Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing, Malang akhir pekan Sabtu

Diduga Telah Cabuli Anak Tiri, Pria Asal Blimbing Malang ini Harus Mendekam di Penjara
(surya/Erwin Wicaksono)
AB saat digelandang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang menangkap AB warga Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing, Malang  akhir pekan Sabtu (14/7/2019).

Pria berusia 52 tahun itu kini ditahan karena kasus asusila. AB diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang masih berusia 9 tahun.

"Tersangka kami tangkal di Desa Saptorenggo, Pakis. Dia kami amankan setelah selama hampir empat bulan ini buron. Tersangka selama ini bersembunyi," ungkap Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, ketika dikonfirmasi, Selasa (16/7/2019).

Yulistiana menambahkan, tersangka menikah dengan ibu korban pada pertengahan 2018 lalu.

Usai menikah, tersangka tinggal di rumah istri sirinya di salah satu perumahan di Pakis.

Diduga tersangka mencabuli korban, sejak pertengahan Desember 2018 lalu. Ia mencabuli anak tirinya di dalam rumah. Saat kejadian, ibu korban sedang keluar rumah.

Ruko Depan Pom Bensin Pamekasan Madura Terbakar, Puluhan Laptop dan Komputer Terbakar

PSM Makassar Vs Persebaya, Ambisi Bek Juku Eja Aaron Evans Jegal Pergerakan Amido Balde

Konfercab Lanjutan di DPD PDIP Jatim Usai, Inilah Susunan Pengurus DPC PDIP Surabaya

Terbongkarnya perbuatan bejat tersangka, bermula dari pengaduan korban kepada ibunya. Saat berangkat sekolah, korban mengaku kelaminnya sakit saat buang air kecil.

"Kasusnya dilaporkan pada bulan Maret lalu. Namun setelah tahu dilaporkan, tersangka bersembunyi dengan kontrak rumah sendiri di Desa Saptorenggo, Pakis," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Akibat perbuatannya, tersangka AB dijerat pasal 82 jo Pasal 76E UU 35/2014 perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Di sisi lain, tersangka dalam mengaku dalam melakukan perbuatan asusila hanya dilakukan sekali.
Tersangka yang menikah tiga kali ini, mengaku kalau dirinya tidak kabur. Melainkan pergi dari rumah lantaran diusir oleh istrinya yang merupakan ibu korban.

"Saya pergi karena diusir. Alasan diusir setelah bertengkar," bebernya kepada penyidik kepada Tribunjatim.com. (ew/Tribunjatim.com)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved