Imbas Harga BBM Non Subsidi Naik Semakin Mahal, Andrey Terpaksa Jual Mercedesnya Rp95 Juta

Andrey kaget saat melihat media sosial ramai informasi kenaikan harga bahan bakar minyak non subsidi.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Benni Indo
ANTRE - Kendaraan roda empat mengantre di jalur subsidi SPBU Ciliwung, berbeda dengan jalur non subsidi yang tidak ada antrean, Rabu (10/6/2026). Pasca kenaikan harga BBM non subsidi, manajemen SPBU Ciliwung menilai masih belum ada dampak penjualan terhadap konsumen. 

Ringkasan Berita:
  • Andrey semakin yakin menjual mobil Mercedes keluaran tahun 1994 yang memiliki tenaga 3.200 CC.
  • Pilihan menjual mobil menjadi realistis karena harga BBM non subsidi semakin mahal.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rabu  (10/6/2026) pagi, Andrey bangun tidak seperti biasanya.

Pasalnya, ia kaget melihat media sosial ramai informasi kenaikan harga bahan bakar minyak non subsidi.

Baca juga: Dilema Pengguna Pertamax di Ponorogo setelah Harga Naik, Nyaman untuk Mesin Tapi Berat di Ongkos

Harga Pertamax 92 yang awalnya Rp12.300,00 naik menjadi Rp16.250,00.

Kemudian Harga Pertamax Green 95 yang awalnya Rp12.900,00 menjadi Rp17.000,00.

Kenaikan harga BBM non subsidi tersebut membuat ia semakin yakin menjual mobil Mercedes keluaran tahun 1994 yang memiliki tenaga 3.200 CC.

Pilihan menjual mobil menjadi realistis karena harga BBM non subsidi semakin mahal.

"Saya jual saja Mercedes itu. Selama ini kan tidak bisa pesan pembayaran berkode juga karena 3.200 CC," terang Andrey yang hobi otomotif pada Rabu.

Ia menjual mobil Mercedesnya di harga Rp95.000.000.

Mobil tersebut memang jarang digunakan setiap hari, sebagai penghobi, ia mengoleksi mobil Mercedes tersebut sejak beberapa tahun ini.

"Kalau kerja naik Avanza," terang Andrey.

Andrey menempuh perjalanan kurang lebih sejauh 10 km dari tempat tinggalnya di Kota Batu menuju Kota Malang setiap hari.

Saat hari libur, ia pulang ke Surabaya, mobil Avanza yang ia gunakan perjalanan kerja, biasanya menggunakan campuran Pertalite dan Pertamax.

Setelah adanya kenaikan harga BBM per 10 Juni 2026, ia pun kemungkinan besar akan menggunakan Pertalite.

"Menurut saya terlalu tinggi kenaikan saat ini. Kalau di angka Rp14.000,00 mungkin masih wajar," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved