Viral, Sepasang Siswa SD di Magetan Sedang Bermesum, Direkam dan Bikin Heboh

longgarnya pengawasan orangtua sepasang anak SD di Magetan rekam adegan mesumnya, yang kemudian viral antar Handphone.

Viral, Sepasang Siswa SD di Magetan Sedang Bermesum, Direkam dan Bikin Heboh
Surya/ Doni Prasetyo
Dua sejoli dari salah satu SDN di Kabupaten Magetan ini matang terlalu dini, sehingga tanpa sadar melakukan tindak tidak terpuji, bahkan sempat direkam sendiri dan viral. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ini pelajaran bagi orangtua, agar lebih bisa mengawasi putra putrinya, karena longgarnya pengawasan orangtua sepasang anak SD di Magetan rekam adegan mesumnya, yang kemudian viral antar Handphone.

Video mesum berdurasi 1 menit itu memperlihatkan adegan mesum sepasang anak usia SD, anak laki laki masih mengenakan seragam dan anak perempuannya, kabarnya sudah melanjutkan sekolah agama disalah satu sekolah agama di Magetan juga.

Video mesum anak anak ini beredar sejak tiga hari lalu, bahkan sebagian video beredar ada yang sudah dipasang musik dangdut versi koplo dan sebagian adegan ditutup dengan emoji, tapi ada yang masih asli terdengar percakapan keduanya.

Video ini diperkirakan dibuat dirumah anak laki laki itu, dilakukan sepulang sekolah. Karena orangtua anak laki laki itu bapaknya menjadi TKI Malaysia, ibu kabarnya di sawah.

Saat ini anak laki laki di video itu masih duduk di bangku klas VI SDN di Kabupaten Magetan bagian Selatan. Sedang anak perempuannya sudah lulus dan melanjutkan di sekolah agama.

Jelang Laga Timnas U-19 Indonesia Vs Persibo Bojonegoro, Tiga Pemain Garuda Nusantara Cedera

Jemaah Calon Haji Kabupaten Kediri Terbagi 4 Kloter, Hari ini Diberangkatkan ke Surabaya

PN Sumenep Lakukan Eksekusi Putusan Sengketa Asta Tinggi, Ratusan Personil Gabungan Jaga Ketat

Kalangan masyarakat di Magetan sangat prihatin dengan beredarnya video mesum yang seharusnya belum waktunya dilakukan oleh sepasang anak SD ini. Namun karena longgarnya pengawasan dari orangtua dan sekolah, perilaku otang dewasa ini sudah dilakukan anak anak usia sekolah dasar.

Mestinya penggunaan gawai canggih seperti smart phone ini perlu diawasi dan didampingi orangtua dan sekolah. Pasalnya, ada sekolah sekolah yang meteri pelajaran Tikop (tehnik komputer) dan pengumum biasa lewat smart phone.

"Memang ini dilema, karena ada pelajaran tertentu yang memerlukan smart phone seperti Tikom dan pengumuman berkaitan dengan mata pelajaran," kata pengamat pendidikan Kabupaten Magetan Muhammad Anis Spd kepada Surya, Kamis (18/7).

Tapi, lanjut Muhammad Anis, penggunaan smart phone itu, terutama kalau gawai itu dibawa ke sekolah, setiap pelajaran dimulai, gawai yang dibawa siswa siswi itu harus dikumpulkan di sekolah.

"Makanya, sebagai bentuk pengawasan, sekolah harus rajin razia. Kecuali kalau pelajaran Tikom, memang mengharuskan bawa gawai atau smart phone. Memang dilema, tapi tinggal orangtua dan sekolah harus aktif, selain pengawasan juga nasihat atau perhatian dari orangtua," ujar Muh Anis salah satu guru di SMPN Magetan ini kepada Tribunjatim.com.

Kepala Sekolah SDN setempat di magetan, membenarkan kalau pemeran video itu siswa di sekolahnya. Sedang yang perempuan alumni  sebuah SDN  di Magetan juga.

"Sekolah sudah memanggil orangtua siswa bersangkutan, untuk diberikan nasihat dan pengarahan agar siswa tersebut tidak kembali melakukan perbuatan yang sama," kata Supeno, singkat. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved