Banyak Nama Sosok Muda Potensial Gantikan Tri Rismaharini, Pengamat: Harus Ada Daya Kejut
bursa nama bakal calon wali kota pengganti Tri Rismaharini mulai bermunculan. Nama-nama kalangan muda turut meramaikan bursa.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kendati gelaran Pilwali Surabaya masih akan dihelat tahun depan, bursa nama bakal calon wali kota pengganti Tri Rismaharini mulai bermunculan. Nama-nama kalangan muda turut meramaikan bursa.
Pengamat politik dan peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam mengatakan, kalangan millenial bisa jadi daya kejut untuk memanaskan suasana kontestasi.
Pasalnya banyak sosok muda yang dinilai potensial menggantikan Tri Rismaharini yang harus turun tahta di kursi pimpinan Surabaya tahun depan.
"Kawula muda Surabaya itu jika ditelusur ternyata banyak yang potensial," ucap Surokim kepada TribunJatim.com, Jumat (19/7/2019).
(Muslimat NU Kota Surabaya Buka Suara Soal Pilwali 2020, Sebut Sudah Ada Tokoh yang Coba Mendekat)
Menurutnya, kaum muda bisa menjadi 'nilai jual' yang bisa menarik dukungan sebanyak banyaknya dari warga Kota Pahlawan.
Terlebih ketika masyarakat Surabaya menuntut adanya pemimpin muda dinamis, dan inovatif untuk melanjutkan kepemimpinan di Kota Surabaya.
"Kebutuhan pembangunan dan manajemen Kota masa depan butuh energi positif, pemimpin muda yang akan lebih adaptif terhadap perubahan yg cepat," lanjutnya.
Ia menyebut, untuk sementara ini, pihaknya masih melihat beberapa nama yang berpotensi masuk dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020 mendatang.
(Siap Tarung di Pilwali Surabaya 2020, Bakal Calon Independen M Sholeh Dapat 2 Usulan Sosok Wakil)
Di antaranya, Eri Cahyadi dari kalangan birokrat techno bervisi enterpreneur yang diberi kepercayaan oleh Risma mendesain Kota Surabaya.
Disusul Azrul Ananda lalu Dimas Oky Nugroho dan M. Sholeh yang beberapa waktu lalu telah mendeklarasikan diri.
"Tetapi belum banyak yang berani muncul karena politik masih terlalu mahal biayanya," lanjut Dosen Universitas Trunojoyo Madura ini.
Menurut Surokim, nama-nama itu harus sudah mulai menunjukkan potensi diri dan daya kejutnya sejak sekarang agar bisa dilirik parpol untuk maju dalam hajatan demokrasi lima tahunan itu.
"Kalau masih biasa saja seperti sekarang saya pikir akan juga berat dilirik parpol," tutup Surokim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/topi-wali-kota-ilustrasi-wali-kota.jpg)