Ketahuan Simpan Sabu, Kurir dan Penggunanya Langsung Dikeler Polsek Tandes di Jalan Tunjungan

Tim Anti Bandit Polsek Tandes Polrestabes Surabaya meringkus seorang kurir dan pengguna sabu di kawasan Siola atau Jalan Tunjungan

Ketahuan Simpan Sabu, Kurir dan Penggunanya Langsung Dikeler Polsek Tandes di Jalan Tunjungan
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Gusnaidi (35) dan Ali (42) saat dikeler berserta barang bukti ke Mapolsek Tandes 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Tandes Polrestabes Surabaya meringkus seorang kurir dan pengguna sabu di kawasan Siola atau Jalan Tunjungan, Genteng, Surabaya, Senin (15/7/2019).

Tersangka Gusnaidi (33) warga Tegalsari itu bertugas sebagai kurir, lantaran hasil tes urinennya menunjukkan hasil negatif narkotika.

Sedangkan tersangka Ali Soesanto (49) warga Tegalsari itu teridentifikasi positif narkotika.

Gus Sholah Sebut Gus Hans Punya Peluang di Pilwali Surabaya 2020, Bahas Peluang dari Hasil Survey

Kanit Reskrim Polsek Tandes Polrestabes Surabaya Ipda Gogot Purwanto menuturkan, keduanya ditangkap dihari yang sama, namun diwaktu yang berbeda.

"Hasil melalukan penjaringan," ungkapnya pada TribunJatim.com, Minggu (21/7/2019).

Gogot menuturkan, mecurigai Gusnaidi saat mengendari motor jenis matic bermesin honda merek beat bernopol L-21615-KW.

"Kemudian pengendara tersebut langsung dihentikan, setelah itu ditunjukkan surat perintah tugas anggota selanjutnya dilakukan penggeledahan," katanya.

Pria Surabaya Ini Pilih Masukkan Sabu ke Mulutnya, Demi Kelabui Polisi Saat Digerebek di Jalanan

Polisi menemukan sebuah poket sabu-sabu 0.90 gram, di saku celana Gusnadi bagian belakang sebelah kanan.

Saat dimintai keterangan, ungkap Gogot Gusnadi mengaku membeli barang haram tersebut dari rekannya berinisial CAK, warga Semampir, seharga Rp 600 Ribu.

Namun ternyata, Gusnaidi mengaku uang yang digunakannya untuk membeli sabu-sabu, berasal dari rekannya yang bernama Ali Soesanto.

"Tersangka Gusnaidi membeli narkoba jenis sabu-sabu tersebut karena disuruh tersangka Ali yang imbalan uang sebesar Rp 140 Ribu," ucapnya.

Pasca dilakukan tes urin dan terbukti hanya Ali yang positif sebagai pengguna narkoba.

Namun polisi tetap menahak Gusnadi, karena bertindak sebagai kurir.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved