Tidak Memiliki Izin, Dua Toko Modern di Kota Malang Dapat Teguran

Dua toko modern yang ada di Kota Malang disidak oleh Satpol PP, karena tidak memiliki izin, Selasa (23/7/2019).

Tidak Memiliki Izin, Dua Toko Modern di Kota Malang Dapat Teguran
SURYA/RIFKI EDGAR
Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi saat melakukan sidak di salah satu toko modern yang ada di Kota Malang, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua toko modern yang ada di Kota Malang disidak oleh Satpol PP, karena tidak memiliki izin, Selasa (23/7/2019).

Kedua toko modern tersebut masing-masing terletak di Jalan S Supriyadi, Sukun, dan di Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang.

Penertiban itu dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dinas Perdagangan serta Koordinator Pengawas (Korwas) Polres Malang Kota yang melibatkan 20 personel.

Mengintip Serunya Anak Penyandang Disabilitas Ikut Lomba Mewarnai di Perpustakaan Kota Malang

Arema FC Vs Bhayangkara FC, Singo Edan Siapkan Antisipasi Redam Serangan The Guardian

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi mengatakan, sidak dilakukan berdasarkan dari aduan atau laporan dari masyarakat.

"Ya kegiatan ini menindaklanjuti segala hasil pelanggaran, baik laporan masyarakat atau temuan di lapangan oleh petugas," ujarnya.

Dijelaskan Priyadi, toko modern yang ada di Sukun tersebut tidak memiliki dokumen Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL), serta izin lingkungannya.

Sementara yang toko modern yang di Buring tidak memiliki izin lingkungan.

Jelang Laga Arema FC Vs Bhayangkara FC, Banyak Peluang Terbuang, Singo Edan Benahi Finishing Touch

Tak Ada Gugatan, KPU Kota Malang Klaim Telah Adil Beri Fasilitas Kampanye Pada Parpol di Pemilu 2019

"Semua toko modern ini masih baru beroperasi. Yang di Sukun baru empat bulan dan yang di Buring baru tiga bulan," ujarnya.

Atas kejadian itu, Satpol PP akan memberikan teguran terlebih dulu kepada dua toko modern tersebut, yakni dengan memberikan surat pemanggilan kepada pihak yang bersangkutan untuk melengkapi perizinan.

"Surat pemanggilan ada satu dan dua. Kalau masih belum bisa melengkapi yang tipiring," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved