Harga Cabai Melonjak

Harga Cabai Bakal Turun Pertengahan Agustus, Pemprov Batasi Pengiriman Cabai Ke Luar Jatim

Harga Cabai Bakal Turun Pertengahan Agustus, Pemprov Batasi Pengiriman Cabai Ke Luar Jatim Untuk Stabilkan Harga Cabai.

SURYA/WILLY ABRAHAM
ilustrasi cabai 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melonjaknya harga cabai di sejumlah daerah di Jawa Timur dipastikan Pemprov Jatim maksimal akan berlangsung hingga pertengahan bulan Agustus 2019 mendatang.

Pasalnya, musim panen di daerah andalan produsen cabai baru berlangsung di pertengahan bulan depan.

Untuk itu, guna memastikan suplai cabai di Jawa Timur aman dan tidak sampai kekurangan, Pemprov Jawa Timur mencoba melakukan sejumlah langkah.

Musim Kemarau Bikin Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Melonjak, Awalnya Rp 30 Ribu Jadi Rp 70 Ribu

Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Pamekasan Naik Drastis, Tembus Rp 80.000 Per Kg

Harga Cabai di Trenggalek Tembus Rp 72000 Per Kg, Pedagang: Agak Susah Sekarang

Utamanya yaitu membatasi pengiriman cabai ke luar daerah Jawa Timur hingga musim panen cabai tiba.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim Drajat Irawan, Jumat (26/7/2019) sore.

Menurutnya suplai cabai yang kini menjadi penyokong tinggal dari Malang dan Banyuwangi.

"Penyebab melonjaknya harga cabai ini karena saat ini kita sedang menunggu musim panen. Sentra penghasil cabai rawit kita di Lamongan, Tuban, Kediri dan Blitar masih belum panen, sehingga harga cabai kita melonjak, bahkan ada yang Rp 74 ribu per kilogramnya," kata Drajat.

Kondisi ini memang cukup banyak dikeluhkan oleh masyarakat utamanya pengusaha makanan yang menggunakan cabai sebagai bahan utama. Seperti penjual makanan pedas, sambal, dan juga usaha makanan yang lain.

Akan tetapi, Drajat berharap agar mereka bersabar hingga pertengahan bulan Agustus mendatang. Sementara Pemprov juga melakukan sejumlah langkah intervensi.

"Supaya harga tidak kian melonjak, kita koordinasikan dengan paguyuban petani cabai. Kita membatasi penjualan cabai ke luar daerah Jatim dan memprioritaskan suplai cabai di Jawa Timur. Dengan begitu kita harap suplai tetap terjamin dan harga tidak kian mahal," tandas Drajat.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved