Naik Haji Jatim 2019
Unik, Koper CJH Asal Tuban Diberi Gantungan Ketupat, Gelas Hingga Boneka
Ada yang unik dari koper calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tuban yang dikumpulkan di kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat
Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Ada yang unik dari koper calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tuban yang dikumpulkan di kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, Rabu (31/7/2019).
Dari jumlah 883 CJH yang mengumpulkan koper, aneka macam tanda diberikan agar koper tidak tertukar dengan CJH lain.
Ada gantungan ketupat, gelas plastik, bendera, dan boneka yang melekat di koper CJH yang akan berangkat ke tanah suci.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Tuban, Umi Kulsum mengatakan, tanda atau gantungan pada koper CJH ini sudah umum dilakukan, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya.
Memang menurut CJH, dengan diberikannya tanda unik atau tanda tertentu pada koper maka bisa menghindari tertukar antara koper satu dengan yang lain.
• Penularan HIV/Aids di Kota Blitar Mulai Menyasar Usia Remaja, Ini yang Dilakukan Dinkes
• Jadi Korban Order Fiktif, Pemilik Warung Bebek Ciphuk di Malang Ditagih Puluhan Juta oleh Grab
• Maudy Ayunda Ceritakan Pernah Jadi Korban Bullying, Ungkap Caranya untuk Bangkit: Ubah Mindset
"Ya rata-rata alasannya memang demikian, makanya ada yang gantungan ketupat, boneka dan lain-lain," ujarnya di lokasi kepada Tribunjatim.com.
Sementara itu, CJH Sumiran dari Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel menyatakan, sengaja menaruh gelas plastik pada kopernya, agar menghindari tertukar dengan CJH lainnya.
"Ya gantungan gelas hanya sebagai tanda, agar memudahkan saat mencari. Rata-rata CJH pakai gantungan kopernya," pungkasnya kepada Tribunjatim.com.
Diketahui, pengumpulan koper dilakukan mulai pukul 07.00 WIB-11.00 WIB. Selanjutnya pada pukul 15.00 WIB, koper dikirim ke embarkasi Surabaya dengan menggunakan truk tronton.(nok/Tribunjatim.com)