Tangkapan Ikan Kabupaten Trenggalek Terus Meningkat

Produksi tangkapan ikan laut di Kabupaten Trenggalek setiap tahun selalu meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Larung Sembonyo di Pantai Prigi, Rabu (24/7/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM,TRENGGALEK - Produksi tangkapan ikan laut di Kabupaten Trenggalek setiap tahun selalu meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun lalu, jumlah tangkapan ikan laut mencapai 28.690 ton. Itu sekaligus menjadi capaian tangkapan paling tinggi dalam lima tahun terakhir.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek Etik Purnawati menjelaskan, tangkapan ikan paling rendah terjadi pada 2016, yang hanya 4.632 ton saja.

"Saat itu dipengaruhi oleh la nina atau menurunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata," Etik kepada Tribunjatim.com, Selasa (6/8/2019).

Pada 2017, tangkapan ikan nelayan Trenggalek naik menjadi 18.472 ton. Jumlah tangkapan kembali naik pada 2018.

Tahun ini, Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek menargetkan tangkapan sekitar 20.000 ton.
Dari jumlah yang dipatok itu, pihaknya optimistis realisasi tangkapan bisa jauh lebih tinggi.

"Contohnya tahun lalu kami menargetkan 18.871 ton, realisasinya 28.690 ton," tambah Etik kepada Tribunjatim.com.

Jokowi Jengkel pada PLN karena Listrik Mati, Fadli Zon: Yang Harusnya Kecewa Rakyat, Bukan Presiden

Mbah Moen di Mata La Nyalla: Bukan Hanya Ulama Kharismatik, Tapi Juga Ulama Yang Komplit

Tiba-tiba Dorce Gamalama Sindir Nikita Mirzani Ajak Bereseteru, Niki Langsung Respon: I Love You

Hingga Juni, jumlah tangkapan baru mencapai 6.366 ton. Meski belum mencapai separoh dari target, Etik optimistis tangkapan bisa naik pada enam bulan sisanya.

Soalnya, menurut dia, jumlah tangkapan ikan cenderung kosong mulai Januari-April. Tangkapan ikan mulai menunjukkan tren bagus mulai Mei.

"Juli biasanya melimpah. Setelah Sembonyo Laut. Tapi data belum masuk ke kami. Puncak tangkapan ikan biasanya mulai Juli sampai November.

Mayoritas tangkapan ikan didata dari pelabuhan ikan di Prigi, Kecamatan Watulimo. Tempat itu, kata Etik, menyumbang sekitar 90 persen dari total tangkapan.

"Sepuluh persen sisanya dari Kecamatan Munjungan dan Panggul. Di sana sedikit karena kapalnya ukurannya kecil di bawah 5 gross tonnage (GT)," ujar dia.

Semetara kapal yang berlabuh di pelabuhan perikanan di Prigi memiliki ukuran antara 10 hingga 30 GT.
Jenis ikan yang paling banyak di tangkap dan dibawa ke Trenggalek adalah tongkol lisong, layang, dan cakalang.

"Triwulan kedua tahun ini, tangkapan tongkol lisong mencapai 2.924 ton, layang, 1.868 ton, dan cakalang 288 ton," ucapnya.

Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek kini tengah mendorong agar nilai produksi dari hasil tangkapan ikan bisa bertambah.
Beberapa waktu lalu, harga ikan sempat anjlok akibat kualitas yang menurun.

Etik mencontohkan, harga ikan teropong sempat menyentuh Rp 2.000 per kilogram (kg), dari harga normal sekitar Rp 10.000 per kg.

"Kami mengusulkan ke pemerintah provinsi untuk pengadaan palkanisasi untuk kapal. Soalnya kewenangan kami hanya untuk kapal ukuran 5 GT ke bawah," pungkasnya. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved