Founder NA Collection Menjalankan Usaha dengan Memasarkan Produk Secara Masal, Langsung & Edukatif

Founder Na Collection, Ribut Ernawati atau yang akrab disapa Nana mengaku, pemasaran produk aksesoris perca batik miliknya dipasarkan.

Founder NA Collection Menjalankan Usaha dengan Memasarkan Produk Secara Masal, Langsung & Edukatif
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Founder Na Collection, Ribut Ernawati atau yang akrab disapa Nana. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Founder Na Collection, Ribut Ernawati atau yang akrab disapa Nana mengaku, pemasaran produk aksesoris perca batik miliknya dipasarkan melalui beberapa cara.

Mematok harga mulai Rp 200 ribu sampai Rp 700 ribu, Nana mengaku, kualitas produk menjadi taruhannya. Dalam desain, Nana menjajikan produk yang tidak akan sama satu dengan lainnya.

"Kalau biasanya produk perca daur ulang itu modelnya kecil-kecil. Nah kalau saya, khasnya dengan model kalung besar-besar, bahkan sekarang saya mengombinasikannya dengan bahan kulit," jelas perempuan kelahiran Jombang itu.

Memulai Sebagai Penjahit, Founder NA Collection Ribut Ernawati Ciptakan Produk Aksesori dari Perca

Dengan model yang demikian, lanjut Nana, ia menarget perempuan fashionable sebagai konsumennya. Untuk itu, ia pun bergabung dengan beberapa komunitas yang di dalamnya berisi para perempuan yang sangat perhatian pada penampilannya.

"Melalui komunitas itu, saya biasanya melakukan penjualan secara langsung yang tepat sasaran. Penawarannya dilakukan melalui grup whatsapp," papar ibu dua putra itu.

Model kalung besar, imbuh Nana juga mengikuti selera target konsumennya. Untuk itu, sampai saat ini ia mempertahankan model tersebut.

Selain penjualan melalui komunitas, Nana pun mengaku kerap kali mengikuti pameran. Hal ini, diakuinya dapat menjaring pembeli dan relasi yang lebih luas.

Sinopsis Seventeen Year Olds Condition, Web Drama Korea di SBS yang Dibintangi Yoon Chan Young

Ia pun banyak melakukan pelatihan membuat aksesoris berbahan perca batik di galerinya. Pelatihan yang ditanganinya bisa berupa pelatihan privat ataupun berkelompok.

"Jadi supaya pemasukan usaha itu nggak berhenti di penjualan. Karena kan namanya usaha, perlu modal untuk terus diputar," tuturnya.

Usaha aksesoris yang berangkat dari bahan perca batik itu, kini telah berkembang. Na Collection juga menyediakan kain etnik ready to wear berbahan ecoprint.

Untuk memenuhi penjualan produknya, Nana dibantu oleh lima orang di galerinya yang masing-masing memiliki tugas produksi, pengemasan, dan pemasaran.

Perempuan berusia 51 tahun itu pun mengaku sedang bersiap untuk mengikuti Trade Expo 2019 di Jakarta. Sebelumnya, ia pun pernah mengikuti pameran tersebut dua kali, pada 2017 dan 2018.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved