Sepeda Keren, Sekolah Bagi Kelompok Rentan Trenggalek agar Naik Kelas

Kabupaten Trenggalek menginisiasi pembentukan Sepeda Keren, yang merupakan akronik dari Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan lain

Sepeda Keren, Sekolah Bagi Kelompok Rentan Trenggalek agar Naik Kelas
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Lokarya Penyusunan Petunjuk Teknis Sepeda Keren, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek menginisiasi pembentukan Sepeda Keren, yang merupakan akronik dari Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan lainnya.

Sekolah nonformal itu diharapkan menjadi wadah bagi para kelompok rentan untuk lebih maju dan terentas dari masalah pernikahan dini, kekerasan rumah tangga, stunting, dan sejenisnya.

Pemantapan Sepeda Keren dibahas dalam lokarya penyusunan petunjuk teknis di Gedung Bhawarasa kompleks Pendopo Trenggalek, Selasa-Kamis (6-8/8/2019).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengatakan, kelompok rentan di Kabupaten Trenggalek masih sangat tinggi. Untuk itu, pemkab harus memberi pendampingin untuk meloloskan dan meluluskan mereka dari masalah-masalah yang dihadapi.

“Tujuannya agar derajat pengetahuan, kesehatan, kebahagiaan, dan lainnya meningkat. Indikator lainnya yang ingin kami capai adalah kemajuan ekonomi di Trenggalek,” kata Novita kepada Tribunjatim.com, Rabu (7/8/2019).

Dalam lokarya itu, dibahas secara terperinci soal kelembagaan dan anggaran untuk berjalannya Sepada Keren. Ini agar program itu tak sekadar berbasis keinginan, tapi juga keilmuan lewat kurikulum yang tepat.

Dengan begitu, kata Novita, mereka yang tergabung dalam Sepeda Keren bisa memberi edukasi sesuai dengan kebutuhan para kelompok rentan.

“Sepeda Keren bukan sekolah formal yang punya gedung dan ada meja belajarnya. Nantinya, secara teknis kami akan mengumpulkan mentor-mentor yang punya keahlian. Mentor itu nanti akan mebidik kelompok rentan yang akan mereka sasar,” ujar dia kepada Tribunjatim.com.

Kelompok yang menjadi sasaran, misalnya, mereka yang berada di daerah tingkat angka pernikahan dini dan stunting-nya tinggi. Novita bilang, di daerah itu kemudian akan dibentuk kelompok pembelajaran dengan metode yang menyenangkan.

Tabrakan Land Cruiser Vs Grand Max di Bangkalan, Satu Orang Tewas

Gara-gara Sopir Mengantuk, Dua Truk Adu Moncong di Simpang Tiga Batas Kota Blitar, 1 Orang Luka

4 Fakta Nora Alexandra, Calon Istri Jerinx SID, Pernah Menikahi Aliff Alli Khan Adik Miller Khan

“Perempuan di sana akan dilatih bagaimana berani berbicara, berani menganalisis masalah dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Lama waktu pembalajaran dalam Sepeda Keren adalah enam bulan. Mereka yang lulus akan mendapat sertifikat khusus. Ia bilang, sertifikat itu bisa digunakan untuk modal awal melamar pekerjaan.

“Golnya, orang-orang teredukasi dengan baik, tidak ada lagi pernikahan dini, tidak ada lagi perempuan yang tertindas, dan pada akhirnya mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved