Tiga Mahasiswa Unair Ciptakan Desain Aplikasi Alquran Ramah Disabilitas Netra, Simak Cara Pakainya!

Gadget menjadi hal yang telah lama dinikmati tuna netra. Namun, masih ada sejumlah keterbatasan untuk aplikasi yang bisa dinikmati pengguna.

Tiga Mahasiswa Unair Ciptakan Desain Aplikasi Alquran Ramah Disabilitas Netra, Simak Cara Pakainya!
SURYA.CO.ID/SULVI SOFIANA
Tiga mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan desain aplikasi Alquran yang ramah bagi disabilitas netra. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Gadget menjadi hal yang telah lama dinikmati tuna netra. Namun, masih ada sejumlah keterbatasan untuk aplikasi yang bisa dinikmati pengguna disabilitas ini.

Untuk itu, tiga mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan desain aplikasi Alquran yang ramah bagi disabilitas netra.

Mereka yaitu Ishardina Cholifatul Hidayati dan Novinda Nalaratih mahasiswa program studi Matematika, dan Via Aprillya mahasiswa program studi Sistem Informasi.

Gelar Candradimuka, Maba Unair Diajak Berdiskusi Soal Poros Maritim Dunia hingga Buat Petisi

Mereka mendesain Aplikasi Komputer Alquran (DAQ) kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM).

Aplikasi yang dinamakan Udzkuruni tersebut berhasil meraih peringkat 4 dalam MTQM Nasional di Gedung Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, 27 Juli hingga 4 Agustus 2019.

Ratih sapaan akrab Novinda Nalaratih menjelaskan selain terbatasnya aplikasi yang digunakan tuna netra, selama ini pembelajaran baca tulis Alquran masih terbatas dengan cara konvensional.

Belum lagi biaya yang tidak sedikit untuk mencetak modul Alquran braille menjadi latar belakang Ratih menciptakan inovasi untuk mempermudah mempelajari Alquran.

“Modul braille yang mahal serta tenaga instruktur baca tulis Alquran bagi penyandang disabilitas netra yang sedikit, menjadi latar belakang kami membuat aplikasi Udzkuruni,” ungkap Ratih.

Rektor Unair Tanggapi Soal Rektor Asing di PTN, Sebut Keberhasilan Kampus Bukan dari Pimpinan Saja

Ratih mengungkapkan, aplikasi Udzkuruni digunakan untuk belajar Alquran bagi disabilitas netra dengan menghafal pola huruf Hijaiyah menggunakan talkback.

“Dengan menggunakan fitur talkback, Udzkuruni dapat membantu penyandang disabilitas netra untuk belajar Alquran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ratih menambahkan bahwa aplikasi Udzkuruni yang dibuat, sudah dapat diunduh dan digunakan oleh masyarakat luas karena sudah tersedia di Playstore.

“Alhamdulillaah aplikasi Udzkuruni sudah upload Playstore, Insyaallah aplikasi akan kami sempurnakan dan terus dikembangkan,” imbuh Ratih.

Cholifatul Hidayati menambahkan, dengan memenangkan kompetisi, ia berharap aplikasinya bisa terpublikasi secara luas.

Dan dengan adanya aplikasi yang sudah berada di playstore, dapat bermanfaat serta mampu meningkatkan semangat penyandang disabilitas netra dalam belajar dan mendekatkan diri kepada Alquran.

“Semoga aplikasi Udzkuruni dapat meningkatkan semangat teman-teman disabilitas netra mempelajari dan semakin dekat dengan Alquran,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved