Gencar Sosialisasikan Program OPOP, Khofifah Ingin Santri Lulusan Pesantren Bisa Mandiri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru saja meluncurkan program pendorong ekonomi yang sudah digadang sejak lama yaitu One Pesantren One Product (OPOP).

Gencar Sosialisasikan Program OPOP, Khofifah Ingin Santri Lulusan Pesantren Bisa Mandiri
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Rektor Unair Profesor M Nasih meninjau Industri Cangkang Kapsul obat berbasis rumput laut usai diresmikan, Kamis (1/8/2019). Fatimatuz zahroh.surya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru saja meluncurkan program pendorong ekonomi yang sudah digadang sejak lama yaitu One Pesantren One Product (OPOP).

Program yang diformat dalam aplikasi digital ini adalah program khusus yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan peningkatan kesejahteraan dam ekonomi masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan masyarakat sekitar pesantren.

Secara khusus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa dibutuhkan banyak kolaborasi dari berbagai lini untuk bisa mendorong UKM, IKM dan juga koperasi di Jawa Timur. Tak terkecuali di kalangan pondok pesantren yang menjadi fokus sasaran program OPOP.

"Harapannya OPOP bisa mendorong kemandirian santri selepas dari pesantren. Ini cukup lama kita siapkan. Bahkan saya dan Pak Emil saat proses kampanye kemarin sering menyampaikan terkait OPOP bisa kita wujudkan di pesantren-pesantren di Jawa Timur," kata Khofifah, Minggu (11/9/2019).

Sebelum resmi diluncurkan, dikatakan Khofifah, Pemprov sudah lebih dulu membangun ekosistemnya. Penyiapan ekosistem pengembangan produk unggulan di kawasan pesantren ini dibantu oleh perguruan tinggu Universitas NU Surabaya (Unusa). Kini ekosistemnya untuk OPOP sudah siap sehingga Pemprov akan gencar melakukan sosialisasi dan mulai mendorong tumbuhnya produk-produk unggulan di pesantren.

"Lalu untuk finalisasinya kita juga banyak dibantu oleh ITS," tandas gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.

Melalui program ini nantinya akan didorong bagaimana setiap pesantren yang berjumlah ribuan di Jawa Timur bisa memiliki produk unggulan. Yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan ekonomi santri, menjadi penguatan ekonomi pesantren dan membantu peningkatan kesejhateraan masyarakat di sekitar pesantren.

Solid Dorong Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum, 38 DPD Golkar se-Jatim Berikan Tandatangan Dukungan

Glenn Fredly Terkesan Tampil di Jazz Pantai Banyuwangi

Petugas Temukan Penyakit Cacing pada Jeroan Hewan Kurban di Kota Blitar

Tidak hanya meluncurkan aplikasi OPOP, Pemprov juga memiliki tiga aplikasi pendorong UKM, IKM dan koperasi Jawa Timur. Tiga aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian (SiJawara), Toko Online Milik Koperasi (Tomiko), dan juga Jatim ISO.

"Di era digitalisasi ekonomi, banyak sekali perdagangan yang dilakukan secara online. Para pelaku Koperasi, UKM, dan IKM harus banyak mendapatkan pendampingan dan kolaborasi," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Sebab saat ini ada UKM, IKM, dan juga koperasi yang sudah advance. Namun juga ada yang belum. Karenanya kolaborasi dengan sektor strategis dibutuhkan untuk mendorong yang belum advance bisa berlari bersama demi mewujudkan kesejahteraan di Jawa Timur.

"Kampus mendampingi human capitalnya, perbankan melakukan support permodalannya. Akses pasarnya nanti dibantu oleh para pelaku perusahaan e-commerce," jelas mantan Menteri Sosial dan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Karenanya, Pemprov juga sudah melakukan penandatangan MoU dengan sejumlah sektor strategis. Yaitu penandatangan nota kesepahaman antara Pemprov dengan sejumlah perusahaan e-commerce mulai Shopee, Go Pay, GoJek, Tokopedia, dan juga Blibli.

Para pelaku perusahaan e-commerce ini diminta untuk melakukan pendampingan dan memastikan kontrol kualitas produk, kuantitas dan kontinyuitas dari koperasi, UKM, dan IKM jika diprediksi trend permintaan meningkat.

Selain itu, Pemprov juga melakukan penandatangan MoU antara Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Provinsi (Dekopinwil) Jatim dengan 37 perguruan tinggi negeri/swasta (PTN/PTS). Yang nantinya akan memberikan pendampingan pada UKM, IKM dan koperasi di Jawa Timur.

"Kita akan keliling ke pesantren-pesantren di Jawa Timur agar santrinya bisa mandiri nantinya begitu lulus dari pesantren. Dan ekonomi di sekitar pesantren juga akan tumbuh," pungkas Khofifah.(Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved