Max On Jek, Aplikasi Ojek Online Buatan Warga Mojokerto Bersaing Ketat Gojek dan Grab

Gojek dan Grab telah menjadi aplikasi ojek online yang sering digunakan di kota kota besar. Namun, lain halnya di Mojokerto, selain menggunakan Gojek

Max On Jek, Aplikasi Ojek Online Buatan Warga Mojokerto Bersaing Ketat Gojek dan Grab
Febrianto/Tribunjatim
Tiga driver Max On Jek sedang menunggu order lewat smartphone mereka Minggu (11/8/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Selama ini, Gojek dan Grab telah menjadi aplikasi ojek online yang sering digunakan di kota-kota besar. Namun, lain halnya di Mojokerto, selain menggunakan Gojek dan Grab. Masyarakat Mojokerto juga menggunakan Max On Jek.

Pada dasarnya, Max On Jek tidak jauh berbeda dengan aplikasi ojek online pada umumnya, dengan menggunakan smartphone untuk menggunakan layanan ojek tersebut. Max On Jek sendiri didirikan pada April 2019 di Bandung, Jawa Barat.

Kepada wartawan Surya, Abdul Karim, pendiri Max On Jek, mengatakan, aplikasi Max On Jek didirikan oleh komunitas Nmax Series di Indonesia. Menurut Abdul Karim, kehadiran Max On Jek dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Mojokerto.

"Max On Jek adalah aplikasi karya anak bangsa yang berbasis Android untuk membantu kebutuhan masyarakat Indonesia. Khususnya, masyarakat Mojokerto," kata Abdul Karim kepada Tribunjatim.com, Minggu (11/8/2019).

Abdul Karim menjelaskan, Max On Jek sendiri menyediakan tiga fitur di dalamnya. Max On-Ride, Max On-Send, dan Max On- Food.

Polisi Tangkap Satu Tersangka, Yang Menyetubuhi Korban Perdagangan Orang

33 Ekor Sapi dan 33 Ekor Kambing Jadi 5.000 Kantong Daging Qurban di Telkom Regional 5

Dua Siswa SMKN 6 Kota Malang Hilang Selama Enam Hari

"Max On-Ride adalah fitur untuk melayani transportasi yang aman dan murah. Kemudian, Max On-Food untuk mengantarkan pesanan makanan, dan Max On-Send menyediakan layanan antar berkas maupun dokumen dengan cepat dan aman," jelas Abdul Karim kepada Tribunjatim.com.

Saat ini, lanjut Abdul Karim, Pangsa pasar Max On Jek telah hadir di 5 kota besar di Jawa Timur. Seperti di Surabaya, Gresik, Mojokerto, Malang dan Sidoarjo.

Karena aplikasi tersebut baru berdiri dan belum berumur satu tahun, Abdul Karim mengaku, mengalami sedikit kesulitan ketika bersaing dengan aplikasi aplikasi ojek online yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.

"Sebenarnya kalau dilihat dengan aplikasi ojek online yang ada saat ini, kami agak kesulitan. Namun, Alhamdulillah kami bisa menampung masyarakat yang mengalami putus mitra dari aplikasi ojek lainnya untuk bekerja kembali menjadi driver kami," kata Abdul Karim kepada Tribunjatim.com.

Masih kata Abdul Karim, Jumlah mitra driver di Max On Jek terdiri dari 60 driver dengan komposisi 15 driver Nmax dan 45 driver semua jenis sepeda motor.

Halaman
12
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved