Takut Anak Cedera Saat Berktivitas Fisik? Simak Cara Mengenali dan Pertolongannya

Ajak anak punya aktivitas fisik atau olah raga rutin mempunya dampak positif dan negatif. Positifnya, anak-anak jadi bugar. Negatifnya,

Penulis: Hefty Suud | Editor: Yoni Iskandar
hefty Suud/Tribunjatim.com
Peserta mengikuti beberapa permaianan pada "Education Gymnastic" di NSA School Dharmahusada Surabaya, Minggu (11/8/2019). Kegiatan dan diadakan oleh Zasis Gymnastic ini juga menghadirkan orang tua peserta untuk membahas pentingnya olah raga dan penanganan cedera pada anak. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ajak anak punya aktivitas fisik atau olah raga rutin mempunya dampak positif dan negatif. Positifnya, anak-anak jadi bugar. Negatifnya, bisa saja mereka terkena cedera.

"Tapi jangan terus jadikan itu sebagai alasan orangtua membiarkan anaknya anteng saja dengan gadget," ujar Azizati Rochmania dr SpKFR, dalam acara Better Health with Gymnastic yang diadakan Zasis Gymnastic Surabaya, Minggu (11/8/2019).

Orangtua, lanjut Azizati, dapat mendeteksi apakah buah hatinya mengalami cidera atau tidak.

Gejalanya antara lain, nyeri gerak, bengkak, adanya gangguan fungsi seperti jalannya mendadak tertatih atau gerakan tangan berubah.

Selain itu, pada cedera akut biasanya pada bagian yang nyeri akan terasa hangat apabila diraba.

Zasis Gymnastic Surabaya Ajak Orangtua Pahami Positif dan Negatifnya Gymnastic untuk Anak

Wali Kota Surabaya Risma Jadi Pengurus DPP PDI Perjuangan, Belum Tentu Jadi Menteri\

Dituduh Jual Minuman Tanpa Izin, Jari Pegawai Beer House di Malang Remuk Dipukul Atasan

"Nah ketika mengalami gejala itu pada buah hatinya, orangtua jangan panik. Lakukan RICE pada 72 jam pertama gejala itu diketahui," ujarnya.

Dijelaskannya, RICE adalah rest, ice, compression, elevation. Pada 72 jam pertama, mereka harus istirahat.

Bila perlu, gunakan tongkat untuk membantu meringankan aktivitas gerak pada bagian tubuh yang cedera.

Selanjutnya kompres dingin bagian yang mengalami gejala cedera selama 10 menit. Azizati menyarankan untuk mengulangi ini tiga sampai empat kali sehari.

Selain itu, bebat bagian tubuh yang mengalami gejala cedera menggunakan tensokrep atau deket. Terakhir posisikan area cedera lebih tinggi dari jantung.

"Selama 72 jam, kalau gejalanya tidak berkurang atau hilang. Maka perlu adanya tindakan dari dokter, periksakan," tutur Azizati.

Adanya kemungkinan cedera saat anak-anak melakukan aktivitas fisik, imbuhnya, bukan berarti orangtua bisa membiarkan buah hatinya anteng saja di rumah dengan gadget.

Sebab, untuk mendukung pertumbuhannya, anak-anak sangat perlu beraktivitas fisik yang berkaitan dengan aerobik, penguatan otot dan tulang.

Gymnastic disebut Azizati sebagai salah satu jenis aktivitas fisik yang dapat memenuhi kebutuhan anak dalam tumbuh kembangnya.

"Selain itu, mereka yang rutin beraktivitas fisik, kondisi kesehatannya akan lebih baik ketimbang yang tidak," tukasnya.

Zasis Gymnastic merupakan salah satu yang mengadakan latihan gymnastic untuk anak-anak. Di Surabaya, tempat latihannya berada di Citraland, Gayungsari, dan Nation Star Academy.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved