Setelah Idul Adha 2019, Harga Cabai Rawit di Kota Madiun Terpantau Naik, Mencapai Rp 86 Ribu Perkilo

Di Madiun, harga cabai rawit mengalami kenaikan harga usai Lebaran Idul Adha 2019.

Setelah Idul Adha 2019, Harga Cabai Rawit di Kota Madiun Terpantau Naik, Mencapai Rp 86 Ribu Perkilo
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Di Madiun, harga cabai rawit mengalami kenaikan harga usai Lebaran Idul Adha 2019. Harga cabai rawit di tingkat pengecer di Pasar Besar Kota Madiun mencapai Rp 86.000/kg. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Di Madiun, harga cabai rawit mengalami kenaikan harga usai Lebaran Idul Adha 2019. Harga cabai rawit di tingkat pengecer di Pasar Besar Kota Madiun mencapai Rp 86.000/kg.

Seorang penjual cabai di Pasar Besar Kota Madiun, Lastri, mengatakan sejak dua hari terakhir, harga cabai naik sekitar Rp 2000 per kilo. Sebelum Hari Raya Idul Adha, cabai rawit merah dijual Rp 84.000/kg, namun dua hari kemudian naik menjadi Rp 86.000/kg.

"Kemarin sebelum Idul Adha masih Rp 84.000/kg, sekarang sudah naik jadi Rp 86.000/kg," katanya, saat ditemui di lapaknya, Rabu (14/8/2019) siang.

Viral di Facebook, Bus Sugeng Rahayu Diadang Pembalap Liar di Madiun, Sempat Kejar & Teriaki Bus

Sementara itu, untuk jenis lombok lalap atau lombok ijo, saat ini harganya mencapa sekitar Rp 40.000/kg. Sedangkan untuk harga lombok merah besar Rp 65.000/kg dan lombok merah keriting Rp 80.000/kg.

"Lombok merah keriting, sebelum Idul Adha masih Rp 70.000/kg. Sekarang naik jadi Rp 80.000/kg," katanya.

Ia mengatakan, kenaikan harga cabai otomatis menyebabkan omset penjualannya turun.

Pada saat harga cabai normal, dalam sehari ia bisa menjual 100 kilogram dalam sehari, namun ketika harga cabai naik seperti saat ini ia hanya bisa menjual 60 kilo dalam sehari.

BREAKING NEWS - Istri Penjual Pakaian, Korban Pembunuhan di Madiun Diamankan Polisi di Surabaya

Lastri menambahkan, para pembelinya dari kalangan rumah tangga banyak mengurangi jumlah belanjanya. Sementara, para pedagang makanan, semisal penjual mie ayam, bakso, dan pecel lele memilih membeli cabai impor kering seharga Rp 60.000/kg.

"Kalau pedagang bakso, pecel lele, sekarang milih lombok kering atau lombok oven, ini impor dari India katanya dan harganya normal terus," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono mengatakan, harga cabai naik karena stok yang dimiliki suplier terbatas.

“Karena pasokannya dari supliernya itu sangat terbatas sekali,” katanya.

Untuk menekan harga cabai rawit lokal yang kian tinggi, sejumlah pedagang di pasar tradisional mendatangkan cabai impor dari India. Meski demikian, ia mengakui langkah tersebut tidak berpengaruh signifikan untuk menekan harga cabai rawit lokal yang terus naik. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved