Ingin Indonesia Cepat & Selamat Hadapi Perubahan Dunia, Jokowi: Lambat Asal Selamat Tak Lagi Relevan

Presiden Jokowi menuturkan saat ini Indonesia membutuhkan gerak cepat dan selamat untuk menyikapi perubahan yang berlangsung di dunia.

Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Dwi Prastika
Tayangan Youtube Kompas TV
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dalam agenda sidang tahunan MPR bersama DPD dan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan gerak cepat dan selamat untuk menyikapi perubahan dunia yang dinamis.

Di mata presiden Republik Indonesia ke-7 ini, era globalisasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri jilid keempat.

Jokowi Beberkan Menteri Kabinet Jilid II, Komposisi Kalangan Profesional Lebih Besar daripada Partai

Pidato Lengkap Presiden Jokowi Dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2019 di Kompleks Parlemen RI

Link Live Streaming Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR, Akses Via HP Sekarang!

"Persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antar negara berebut investasi, antar negara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar," ucap Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memaparkan soal antar negara yang memperebutkan talenta hebat mampu membawa kemajuan bagi negara dan dunia.

Di era disrupsi seperti saat ini,  menurut Presiden Jokowi, kemapanan bisa runtuh, dan ketidakmungkinan bisa terjadi.

Hingga jenis pekerjaan bisa berubah di setiap saat, bahkan jenis pekerjaan lama semakin menghilang.

Hanya saja, di samping itu, jenis pekerjaan baru mulai bermunculan.

"Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan," imbuh Presiden Jokowi.

Terlihat jelas di mata Presiden Jokowi, pola bisnis lama tiba-tiba saja usang dan mulai muncul pola bisnis baru yang mengagumkan.

Bahkan, ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan, dan ada keterampilan baru yang meledak dan dibutuhkan.

Tangisan Thalia Putri Onsu Pecah Saat Betrand Peto Pamit Pulang, Ruben Onsu Beri Hadiah Spesial

Kesaksian Adik Nunung, Sang Komedian Jual Sawah Demi Biaya Kuliah Anaknya, Kita Butuh Support

Megawati Tersenyum Lebar di Sidang Tahunan MPR, Pengamat Singgung Suasana Kebatinan di Kongres PDIP

Presiden Jokowi juga mengingatkan pada arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka.

Pengetahuan dan pengalaman yang positif jauh lebih mudah diperoleh.

"Tetapi kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman, ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap adab sopan santun kita, ancaman terhadap tradisi dan seni budaya kita, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa kita," tutur Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (Tayangan Youtube Kompas TV)

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga memperingatkan tentang berbagai ancaman yang harus dihadapi Indonesia di era keterbukaan saat ini.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved