Wali Kota Risma Ingin Jadikan Mangrove Gunung Anyar Jadi Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia

Mangrove Gunung Anyar disiapkan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Wali Kota Risma Ingin Jadikan Mangrove Gunung Anyar Jadi Kebun Raya Mangrove Pertama di Dunia
SURYA.CO.ID/DELYA OCTOVIE
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut menanam pohon di Mangrove Gunung Anyar, Jumat (16/8/2019) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mangrove Gunung Anyar disiapkan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Mangrove ini memiliki luas hingga 46 hektar menurut Risma, dan baru 16 hektar yang ditanami 50.000 pohon.

"Status tanah punya pemkot, kita bebaskan 16 hektar. Total 46 hektar, itu gabungan tanah pemkot dan pembebasan. Makanya, ini pohonnya masih kurang," ujarnya saat diwawancara usai menabur bibit ikan nila, Jumat (16/8/2019).

Karena itu, ia akan menanam pohon secara rutin sambil perawatan, hingga benar-benar memenuhi 46 hektar.

Risma Sebut Mangrove Punya Banyak Manfaat, Pemkot Surabaya Fokus Kembangkan Mangrove Gunung Anyar

Risma meyakini, penanaman keseluruhan pohon tidak akan butuh waktu lama.

"Nggak lama kok, nggak sampai akhir tahun pasti sudah selesai," katanya.

Ia berencana, nantinya Mangrove Gunung Anyar akan dihubungkan dengan Mangrove Wonorejo.

Pihaknya kini tengah mencari titik fisik yang memungkinkan terhubungnya kedua mangrove.

"Nanti nyambung sama Wonorejo. Ini kami cari jalan dan titiknya. Tapi kami masih cari cara karena agak rumit. Sebab, di Wonorejo ada sungai brantasnya besar," jelasnya.

Pesona Tambat Labuh Sontoh Laut, Destinasi Wisata Mangrove di Surabaya yang Tersembunyi, Intip!

Bila nantinya Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar sudah jadi, ia ingin memberdayakan warga sebagai pemandu wisata dan pedagang makanan.

Apalagi, rusun Gunung Anyar dekat lokasinya dengan mangrove.

Ia juga sedang menyiapkan jogging track dan pembangunan gazebo.

Risma menambahkan, pembangunan mangrove ini merupakan caranya untuk melawan polusi udara.

Ia tak menampik, jumlah kendaraan bermotor di Surabaya terus meningkat.

"Ya berlomba sama yang punya mobil. Nggak papa warga bawa mobil, saya terus menanam pohon," pungkasnya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved