Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi, Presiden PKS Sebut Masih Ada Jalan Lain: Klarifikasi Dulu

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meyakini Ustad Abdul Somad (UAS) merupakan sosok yang taat hukum.

Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi, Presiden PKS Sebut Masih Ada Jalan Lain: Klarifikasi Dulu
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Presiden PKS, Sohibul Iman (kanan) bersama Ketua Umum DPW PKS Jatim, Arif Hari Setiawan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meyakini Ustad Abdul Somad (UAS) merupakan sosok yang taat hukum dan akan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Hal tersebut diungkapkan Sohibul Iman menanggapi kasus UAS yang telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT oleh Organisasi Massa (Ormas) yang menamakan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/8/2019).

Laporan tersebut dilayangkan karena dalam video yang beredar di media sosial, UAS diduga telah menistakan simbol agama lain.

Menteri Susi Teriak Saat Lihat Suguhan Buat Menteri Keuangan, Panitia Minta Maaf dan Buru-Buru Ganti

Ustaz Abdul Somad Langsung Tunjukkan Bukunya saat Dibilang Ustaz Pelawak, Tantang Netizen Malaysia

"Ketika ada orang yang tersinggung dan dianggap sebagai ujaran kebencian, memang undang-undangnya ada yang mengatur tentang itu.

Kalau mau melapor ya silahkan silahkan saja saya kira Ustaz Abdul Somad juga akan menjalani proses hukum itu, saya yakin," ucap Sohibul Iman, Minggu (18/8/2019) seusai memberikan Pembekalan Caleg Terpilih PKS se Jawa Timur.

Anggota DPR RI ini menilai wajar ketika ada salah satu pihak yang dirugikan, maka pihak yang merugikan harus menjalani proses hukum.

Karena Indonesia merupakan negara hukum.

"Tapi saya sebagai warga negara berharap jangan kita gampang 'baperan' jangan kemudian kita gampang tersinggung lalu melaporkan," lanjutnya.

Respons Jokowi Terkait Usulan Politikus PKS Soal Perampingan Menteri Kabinet Jilid II 2019-2024

Menurut Sohibul Iman, masih ada jalan yang lebih baik dibandingkan membawa kasus UAS tersebut ke ranah hukum yaitu melakukan komunikasi intrapersonal.

"Misalnya saja klasifikasi dulu, kita bertanya. Saya rasa itu adalah jalan yang lebih Indonesia, lebih manusiawi.

Jangan apa apa masuk ke ranah hukum," ucapnya.

Upacara Bendera di Desa Tertinggi Jawa Timur, PKS Muda Sampaikan 8 Pesan Kemerdekaan

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved