Kerusuhan di Papua

UPDATE Pasca Kerusuhan di Manokwari, 4 Kepala Suku Besar di Papua Temui Sesepuh KKSS

4 Kepala Suku Besar di Papua yang bermukim di Jaya Pura, bertemu dengan sesepuh dan Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) .

UPDATE Pasca Kerusuhan di Manokwari, 4 Kepala Suku Besar di Papua Temui Sesepuh KKSS
KONTRIBUTOR KOMPAS TV/ BUDY SETIAWAN
Aksi blokade jalan oleh warga Papua di Kota Manokwari, Senin (19/8/2019) pagi. Mereka memprotes tindakan rasisme yang diduga terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pekan lalu. 

TRIBUNJATIM.COM - Empat kepala suku besar di Papua temui Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) terkait kerusuhan di Manokwari.

Diberitakan sebelumnya, aksi solidaritas atas prekesekusi mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang (Jawa Timur) dan Semarang (Jawa Tengah), menuai aksi solidaritas mahasiswa dan warga di Papua dan Papua Barat.

Di Kota Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat, aksi solidaritas ribuan warga, berujung anarki, penjarahan dan pembakaran sejumlah kantor pemerintah dan pusat perdagangan.

Sementara di Jayapura, Ibu kota Provinsi Papua, aksi dilaporkan terkendali.

Penyebab Rusuh di Manokwari Papua Dibongkar Kapolri Tito Karnavian, Sebut Kepentingan Pihak Tertentu

Ratusan massa aksi solidaritas berkeliling kota dengan kendaraan roda dua, mobil bak terbuka, dan memprotes insiden prekeskusi di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Sekitar pukul 11.30 WIT, empat Ondo Ati atau Kapala Suku Besar di Papua yang bermukim di Jaya Pura, bertemu dengan sesepuh dan Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Babba Syamsuddin Tumpa (75 tahun) di rumahnya, Jl Gadja Putih, No 54, Jaya Pura.

Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Babba Syamsuddin Tumpa (IST)
Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Babba Syamsuddin Tumpa (IST) ()

Mereka yang datang antara lain, Ondo Ati Wamena, Ondo Ati Nabire, Ondo Ati Tobati dan Ondo Ati Enggros, Frans Hamadi.

Kedatangan empat kepala suku besar ini, untuk menegaskan bahwa mereka akan tetap menjaga ketertiban, dan saudara-saudara pendatang yang ada di Papua.

Kerusuhan Manokwari Hingga Bakar Gedung DPRD, Kapolri : Disebabkan Dua Insiden di Jatim

“Tadi baru meninggalkan rumah setelah Salat Lohor tadi. Kita sampaikan saya sudah hampir 50 tahun di Papua, kami disini sejak tahun 1965, seperti yang duku-dulu, kami selalu menghormati warga Papua, dan kenganggapnya saudara. Kami cuma lahir di Bugis, tapi rumah kami sesungguhnya di Papua,” ujar Babba, yang sejak tahun 1983 hingga 2013 menjabat Sebagai Ketua KKSS Irian Jaya, Papua dan Papua Barat.

Babba Haji, demikian sapaan Syamsuddin Tumpa, menyebutkan, melalui jaringan grups sosial media WhatsApp KKSS se-Papua, dia sudah menghimbau para warga untuk tetap tenang, sabar dan tidak melakukan aksi yang bisa memperkeruh keadaan.

Halaman
1234
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved