Kejati Jatim Telah Terima SPDP Dugaan Kasus Penipuan Percepatan Haji

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Asep Maryono menyebutkan pihaknya telah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya

Kejati Jatim Telah Terima SPDP Dugaan Kasus Penipuan Percepatan Haji
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Aspidum Kejati Jatim, Asep Maryono, Kamis (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Asep Maryono menyebutkan pihaknya telah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) dugaan kasus penipuan percepatan ibadah haji dari penyidik Polda Jatim. 

Dari kasus itu, sebanyak 59 orang calon jemaah haji (CJH) gagal berangkat.

"Sudah SPDP telah kita terima sejak 16 Agustus 2019 dari Polda Jatim,” ujar Asep Maryono kepada Tribunjatim.com, Selasa, (20/9/2019). 

Asep Maryono menjelaskan, dalam SPDP terdapat nama tersangka dalam dugaan kasus penggelapan dan penipuan ini. Terdapat satu tersangka yang tertera dalam SPDP itu, atas nama Dr HM Murtadji. Dalam SPDP juga dijelaskan Pasal yang dipersangkakan, yaitu Pasal 372 dan 378 KUHP.

“Tersangka (dalam SPDP) Dr HM Murtadji dipersangkakan Pasal 372 dan 378 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan,” jelasnya kepada Tribunjatim.com. 

Disinggung mengenai langkah selanjutnya dari Kejaksaan, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang ini mengaku, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara dari penyidik kepolisian. Terkait koordinasi tersebut, Asep menegaskan pihaknya tinggal menunggu berkasnya saja.

“Tinggal menunggu pelimpahan tahap satu (berkas perkara) dari penyidik kepolisian,” pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 59 orang berseragam haji melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim. Puluhan warga yang berasal dari beberapa daerah di Jatim itu merasa tertipu karena tak kunjung berangkat haji.

Siapa Sosok Mutia Ayu? Pedangdut yang Resmi Dipersunting Glenn Fredly, Beda Usia 19 Tahun!

Menilik Rumah Cut Meyriska yang Ditinggali Roger Danuarta, Lihat Kondisi Dapur, Sempit, Tapi Nyaman?

Elemen NU Jatim Akan Silatuurahmi ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Padahal, para korban sudah membayar sejumlah uang, mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji di tahun ini. Terhadap laporan ini, penyidik Polda Jatim menindaklanjuti laporan dan menetapkan koordinator penyelenggara ibadah haji ini jadi tersangka, dan dilakukan penahanan.

Dari pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka Murtadji, penyidik menduga adanya oknum dari Kemenag yang turut dalam dugaan penipuan ini. Bahkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dari penyidikan kuat dugaan bahwa tersangka tidak bekerja sendiri.

Berdasarkan pengakuan Junaedi, sambung Barung, ada oknum Kanwil Kemenag Jatim yang diduga terlibat. Terkait hal itu, tersangka berencana melaporkan oknum Kemenag yang bernama Saifullah ini.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved