Mahasiswa Stikom Surabaya Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir dan Pengaturan Palang Pintu Air Otomatis

Mahasiswa Stikom Surabaya ciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir dan pengatur palang pintu air otomatis.

Mahasiswa Stikom Surabaya Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir dan Pengaturan Palang Pintu Air Otomatis
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Staf Humas Stikom Surabaya Elsa Pebriantanti (kiri) dan Ahmad Iqbal Reza Fahmi saat menunjukkan Alat Pendeteksi Dini Bencana Banjir Dan Pengatur Palang Pintu Air Otomatis, Rabu (21/8/2019) di ruang Ekspo Stikom Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ingin membantu pemerintah kota dalam mengantisipasi banjir, Mahasiswa Stikom Surabaya ciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir dan pengatur palang pintu air otomatis.

Kedua alat itu resmi dipamerkan dalam Gelar Karya mahasiswa S1 Teknik Komputer yang dilaksanakan tepat hari ini, Rabu, 21 Agustus 2019, di ruang Ekspo Stikom Surabaya.

Elsa Pebriantanti Selaku Staf Humas Stikom Surabaya mengatakan, salah satu alasan mahasiswa Stikom Surabaya menciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir ini karena ingin membantu pemerintah kota dalam mengantisipasi banjir.

"Kan Sebentar lagi di Indonesia akan memasuki musim penghujan. Saat curah hujan tinggi, banjir merupakan salah satu momok bagi masyarakat kita," katanya, Rabu (21/8/2019).

Mahasiswa Stikom Surabaya Gandeng Murid SLB Peringati Hari Anak Nasional, Rektor Budi Beri Apresiasi

Melihat, lanjut Elsa, beberapa daerah bisa mengalami banjir yang cukup parah dan penyebabnya biasanya karena meluapnya genangan air ini salah satunya adalah kurang cepatnya warning ketinggian air pada permukaan sungai setempat.

Serta juga karena terkadang daerah yang mengalami kebanjiran belum tentu sedang hujan, namun mengalami dampak dari tempat lain berupa banjir kiriman, sehingga kita kurang memperhatikan tingginya permukaan air saat itu.

"Berangkat dari itu semua maka mahasiswa kami khususnya dari Prodi Teknik Komputer menciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir dan pengatur palang pintu air otomatis," jelas Elsa

Di lain pihak, Ahmad Iqbal Reza Fahmi selaku pencipta alat pendeteksi dini bencana banjir menerangkan, Cara kerja alat ini adalah dengan membaca tingginya permukaan air sungai kemudian ia akan mengirimkan signal melalui internet kebagian penjaga pintu air.

"Jadi tidak hanya berdasarkan ketinggian air saja, alat ciptaan saya ini juga mendeteksi kecepatan kenaikan air," katanya, Rabu (21/8/2019).

Sambut Hari Anak Nasional, Mahasiswa Stikom Surabaya Ajak Murid SLB Autis Mutiara Hati Bermain Mural

Karena semakin cepat perubahan ketinggian air, maka status siaga akan semakin meningkat. Hal ini guna mendeteksi adanya banjir bandang.

Serta juga ada peringatan yang dikeluarkan berupa lampu indikator dan suara buzzer dengan model suara yang berbeda ketika ketinggian air memasuki status siaga I, II, dan III.

Karya lainnya yang melengkapi ciptaan Iqbal, yang digarap oleh Achmad Habib Arraham, yaitu alat “Pengatur Palang Pintu Air Otomatis” juga ikut dipamerkan di pamaran ini.

Iqbal juga mengatakan, untuk cara kerja alat “Pengatur Palang Pintu Air Otomatis" ini yaitu ketika ketinggian air mencapai batas tertentu, maka palang pintu air akan dibuka secara otomatis guna menghindari terjadinya luapan air.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved