Divonis 2 Tahun Penjara, Caleg Nasdem ini Minta Ikut Pelantikan DPRD Gresik Besok

Mahmud (54) caleg partai nasdem untuk DPRD Gresik tak bisa segera menikmati kursi dewan lantaran terjerat konflik tanah.

Divonis 2 Tahun Penjara, Caleg Nasdem ini Minta Ikut Pelantikan DPRD Gresik Besok
Surya/Moch Sugiyono
DITAHAN - Terdakwa Mahmud, caleg dprd gresik dari nasdem dibawa ke tahanan dengan dikawal ketat aparat kepolisian. Terdakwa Mahmud dihukum 2 tahun penjara, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Mahmud (54) caleg partai nasdem untuk DPRD Gresik tak bisa segera menikmati kursi dewan lantaran terjerat konflik tanah.

Pengadilan Negeri Gresik memutuskan bahwa Mahmud bersalah dalam kasus ini dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.

Belum selesai, penyidik Kejaksaan Negeri Gresik dikabarkan kurang terima dengan keputusan itu dan memilih mengajukan banding.

Hal ini disampaikan oleh Kepala seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik Edrus. Aksi banding tersebut dilakukan karena penasehat hukum terdakwa juga mengajukan banding.

(Terjerat Kasus Tanah, Mahmud Caleg Nasdem DPRD Gresik Divonis 2 Tahun Penjara)

"Terdakwa banding dan jaksa akan nyatakan banding hari ini teken akta bandingnya," kata Edrus, Rabu (21/8/2019).

Sementara KPU Kabupaten Gresik telah menyerahkannya kasus Mahmud ke Pemprov dan DPRD Gresik.

"Konfirm ke Pemprov atau DPRD saja," kata Akhmad Roni.

Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim mengatakan bahwa DPRD Gresik telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur agar Mahmud bisa ikut dilantik pada Jumat (23/8/2019) besok.

"Kita sudah kirim surat ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur untuk minta ijin agar Pak Mahmud bisa ikut pelantikan. Semoga dapat izin," kata Nurhamim, yang juga ketua DPD Golkar Kabupaten Gresik.

(Caleg Nasdem Gresik Dituntut 3 Tahun Penjara, Terbukti Gelapkan Uang Perusahaan Miliaran Rupiah)

Diketahui, Calon Legislatif terpilih DPRD Gresik partai Nasdem H. Mahmud divonis hukum hakim PN Gresik selama 2 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik, Putu Gde Hariadi, mengatakan, terdakwa telah menerima uang hampir Rp 15,3 milyar untuk jual beli tanah dengan PT Bangun Sarana Baja (BSB) di wilayah Kecamatan Ujungpangkah.

Ternyata uang tersebut tidak dipergunakan sebagai semestinya sebagai yang tertuang dalam perjanjian, maka perbuatan tersebut memenuhi unsur melawan hukum.

Oleh Majalis Hakim terbukti melanggar pasal 378 KUHP. Penasehat hukum terdakwa menyatakan langsung banding karena putusan hakim tidak sesuai dengan kasus yang dihadapi terdakwa, yaitu kasus jual beli tanah.

"Kita masih berusaha untuk mengajukan penangguhan penahanan ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Semoga diberi izin," kata Gunadi, penasehat hukum terdakwa Mahmud.

Reporter: Surya/Sugiyono.

(Caleg Nasdem Gresik Dituntut 3 Tahun Penjara, Terbukti Gelapkan Uang Perusahaan Miliaran Rupiah)

Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved