Komplotan Curanmor Pasuruan Kerja 'Profesional' Jual Motor Sesuai Order, Sasar Motor di Persawahan
Komplotan Curanmor Pasuruan Kerja 'Profesional' Jual Motor Sesuai Order, Sasar Motor di Persawahan. Mereka Dibekuk Polda Jatim.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
Komplotan Curanmor Pasuruan Kerja 'Profesional' Jual Motor Sesuai Order, Sasar Motor di Persawahan
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditreskrimum Polda Jatim berhasil meringkus lima orang komplotan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) asal Pasuruan di Mapolda Jatim, Kamis (22/8/2019).
Dari tangan mereka polisi juga berhasil mengamankan 19 motor hasil curian yang siap dijual pada pemesan.
Dua di antara pelaku bernama Thoyyib dan Junaidi, bertindak sebagai penadah motor curian sekaligus menyalurkan ke calon pembeli.
• Korban Curanmor di Graha Tirta Tak Menyangka Rumahnya Dibobol Maling, Padahal Sempat Duduk di Teras
• Spesialis Curanmor di Bangkalan Merintih Seusai Diterjang 2 Peluru, Gara-gara Melawan saat Ditangkap
• Seusai Tembak Mati Tiga Pelaku Curanmor Asal Jember, Polrestabes Surabaya Buru Sembilan DPO
Sedangkan tiga orang lainnya, bernama Saiful Suwondo dan Ferdi, bertindak sebagai eksekutor pemcurian di lapangan.
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setiyono menuturkan, dua orang penadah itu telah menjalankan bisnisnya sejak dua tahun lalu.
"Mereka ini pemain murni, belum pernah ditangkap, ya baru ini," kata pria yang mengenakan kemeja lengan pendek warna putih itu, di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Kamis (22/8/2019).
Keduanya menjual motor curian tersebut di kawasan Pasuruan dan Mojokerto.
"Ya jualnya di kawasan kawasan itu saja," lanjutnya.
Dengan kisaran harga paling murah sekitar Rp 1,5 Juta, hingga paling mahal sekitar enam juta rupiah.
"Paling murah segitu, kalau yang agak mahal karena ada surat-surat BPKB-nya," tuturnya.
Kedua penadah ini, lanjut Gupuh, menjual motor curiannya secara utuh.
"Mereka jualnya ituh, gak dipereteli atau rakitan," jelasnya.
Selama kurun waktu dua tahun itu, ungkap Gupuh, cara kerja klompotan itu berdasarkan pesanan.
Setelah memperoleh orderan motor curian dari calon pembeli, ungkap Gupuh, dua orang penadah itu akan mengintruksikan ketiga eksekutor untuk melakukan aksi pencurian.
"Ya kalau tidak ada orderan dari Thoyyib dan Junaidi, mereka gak bekerja. Kerjanya ya berpasangan gantian gitu," jelasnya.
Gupuh mengatakan, ketiga eksekutor curanmor itu kerap menyasar kendaraan korbannya di kawasan terpencil atau daerah persawahan.
"Mereka mereka menyasar sasaran korban yang ada di kawasan Jalan Persawahan. Korbannya kebanyakan orang cari-cari rumput," ungkapnya.
Sedikitnya ada lima kawasan yang pernah disatroni tiga pelaku eksekutor curanmor.
Empat diantaranya daerah Mojokerto, yakni di Kecamatan Gondang, dua kali di Pacet, dan Ngoro.
Dan satu daerah lainnya di Gresik, yakni di kecamatan Kedamean.
Selama beraksi ketiga eksekutor pencurian, melengkapi diri dengan alat kunci T dan sebilah senjata tajam jenis celurit.
"Kami belum dapat laporan apakah pelaku pernah melukai korbannya," jelasnya.
Gupuh mengaku, masih mengejar seorang anggota komplotan lainnya yang masih buron.
"Masih ada satu orang lain yang sedang kami cari yang merupakan bagian dari komplotannya," pungkasnya.
Sore itu kelimanya tampak kompak mengenakan setelan baju seragam khas tahanan Polda Jatim warna oranye.
Mereka satu persatu keluar dari pintu ruang penyidik Jatanras Curanmor Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.
Kelimanya berjalan beriringan dengan perlahan, lantaran tiga orang diantara mereka berjalan berjingkatan dengan mengernyitkan dahi.
Tiga orang itu tampaknya baru saja dihadiahi timah panas di masing-masing betisnya.
Setibanya di area jumpa pers di halaman utama Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, mereka tampak kompak menundukkan kepala seakan hendak menghindari sorotan lensa kamera awakmedia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kelima-pelaku-komplotan-rammor-asal-pasuruan-saat-dikeler-ke-halaman-mapolda-jatim.jpg)