Lula Kamal Ingatkan Pentingnya ASI Ekslusif untuk Buah Hati di HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia
Lula Kamal, ditunjuk untuk berbagi inspirasi di acara HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Hotel Palm Park Surabaya, Minggu (25/8/2019).
Penulis: Delya Octovie | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lula Kamal, ditunjuk untuk berbagi inspirasi di acara HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Palm Park Hotel Surabaya, Minggu (25/8/2019).
Pada kesempatan itu, Lula Kamal mengingatkan betapa pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi buah hati pada 400 bidan yang menghadiri seminar.
Ketika ibu tiga anak ini memegang mikrofon dan turun dari panggung, mata sekaligus gawai para bidan peserta seminar tak lepas darinya.
"Kita sudah mengerti stunting, banyak sekali masalah itu bisa diselesaikan dengan memberi ASI pada anak. Berapa lama pemberian ASI pada anak? Dua tahun sebetulnya," kata dokter blasteran Arab, Sunda dan Betawi ini.
(Khofifah di Karya Bakti TNI AL di Lamongan: Rumah Tinggal Layak Huni Dukung Penuntasan Stunting)
Ia menyebut, dulu orang-orang percaya bahwa genetik merupakan faktor nomor satu yang memengaruhi perkembangan anak. Padahal, nutrisi juga memiliki peranan penting.
Nutrisi yang lengkap bagi buah hati ada di ASI eksklusif yang biasa diberikan selama enam bulan.
"Genetik pegang peranan? Pegang. Tapi sebetulnya nutrisi yang ada di ASI eksklusif juga penting. Kami ingin para ibu setelah melahirkan tahu kalau mereka harus langsung memberi ASI," jelas None Jakarta tahun 1990 tersebut.
Senada dengan Lula, Idden Prastya, Area Promosi Manajer Asifit Kimia Farma Jawa Timur, juga mengungkapkan pentingnya ASI eksklusif.
Karena itu, mereka bekerja sama dengan IBI sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Kami ini bergerak di bidang kesehatan, dan kami ingin mengedukasi masyarakat betapa pentingnya ASI eksklusif. IBI diharapkan bisa merekomendasikan ASI eksklusif pada para ibu, terutama ibu yang menyusui," katanya.
(Tahun 2020 Lamongan Targetkan Zero Stunting, Ini Aksi Yang Dilakukannya)
Selain soal ASI eksklusif, pemateri lainnya, dr. Kemmy Ampera Purnawati mengatakan, seminar ini penting bagi para bidan untuk meningkatkan profesionalitas mereka..
Dengan begitu, kualitas pelayanan bidan terhadap para ibu akan semakin baik.
"Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, nanti bagaimana mereka menangani masyarakat? Makanya kami edukasi supaya masyarakat sehat," terangnya.
Menurutnya, kesehatan masyarakat bisa dijaga mulai saat masih di dalam rahim hingga akhirnya lahir dalam kondisi sehat.
Dalam mewujudkannya, bidan menjadi garda depan, karena mereka yang paling dekat dengan para ibu.