Ratusan Ribu Warga Jember Suka Bertransaksi Pakai Uang Elektronik

258 ribu warga Jember memakai uang elektronik berdasarkan data Bank Indonesia (BI) di triwulan pertama tahun 2019.

Ratusan Ribu Warga Jember Suka Bertransaksi Pakai Uang Elektronik
ISTIMEWA
Para pejabat dari Bank Indonesia saat meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 258 ribu warga Jember memakai uang elektronik berdasarkan data Bank Indonesia (BI) di triwulan pertama tahun 2019.

Jumlah ini menduduki jumlah terbanyak kedua, setelah Kota Surabaya. Berdasarkan data BI, sebanyak 292 ribu warga Surabaya yang memakai uang elektronik.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Jember, maka sekitar 10 persen warga yang memiliki uang elektronik, dan memakainya sebagai alat bertransaksi.

"Ternyata penduduk Jember yang terbiasa bertransaksi memakai uang elektronik cukup tinggi. Jumlah pemakainya menduduki peringkat kedua di Jatim setelah Kota Surabaya. Bahkan mengalahkan kota lain, seperti Malang," ujar Ketua Tim Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Jember, M Lukman Hakim, Selasa (27/8/2019).

Lukman menambahkan, banyaknya pemakai uang elektronik di Jember karena sejumlah faktor. Faktor itu antara lain geneasi milenial yang secara cepat merespon kehadiran teknologi, termasuk teknologi di sistem pembayaran.

"Juga kehadiran perguruan tinggi dengan generasi milenialnya. Selain itu juga banyaknya tempat perbelanjaan, juga tempat usaha yang sudah memakai uang elektronik dalam bertransaksi. Ini merupakan insfrastruktur yang menunjang cepat diresponnya uang elektronik oleh warga Jember," tegas M Lukman Hakim kepada Tribunjatim.com.

Lagu Bintang Kejora Iringi Penolakan Rombongan Gubernur Papua dan Khofifah di Asrama Kalasan

Kasus Teror Pelemparan Bondet Jelang Pilkades, Polres Lumajang Minta Warga Tak Takut

Ricuh Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Tolak Kehadiran Gubernur Lukas, Malah Teriakkan Papua Merdeka

BI Jember tidak memiliki data berapa jumlah tempat usaha yang sudah menyediakan fasilitas transaksi uang elektronik atau non tunai. Namun secara kasat mata, lanjut Lukman, jumlah tempat usaha yang menyediakan fasilitas transaksi memakai uang elektronik telah banyak tumbuh di Jember.

"Dan memang pemakai tertinggi kalangan milenial. Untuk para pemakai uang elektronik, kami imbau supaya memakai sistem pembayaran yang sudah terdaftar di BI maupun OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi pastikan fasilitas uang elektronik anda berasal dari lembaga jasa pembayaran yang resmi, atau memiliki izin," tegas M Lukman Hakim kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, BI Jember terus melakukan kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Kampanye atau sosialisasi itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam bertransaksi non tunai atau cashless.

Seperti yang dilakukan BI Jember pada Minggu (25/8/2019) malam lalu di sebuah tempat perbelanjaan di Jember. BI Jember melakukan sosialisasi GNNT dan menyasar kalangan milenial.

"Bank Indonesia sangat concern terhadap optimalisasi penggunaan instrumen non tunai dalam kegiatan pembayaran sebagai wujud nyata untuk mencapai salah satu misi Bank Indonesia yaitu Sistem Pembayaran yang aman, efisien, lancar dan andal, dengan memperhatikan perluasan akses sistem pembayaran dan perlindungan konsumen. GNNT ini kami lakukan, terutama menyasar kalangan milenial," ujar Kepala BI Perwakilan Jember Hestu Wibowo. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved