Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Melepas Ekspor Sarang Burung Walet
ementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya lepas ekspor sarang burung walet (SBW).
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya melepas ekspor sarang burung walet (SBW).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 593 kg SBW diekspor dengan tujuan negara Hongkong. Dan berasal dari dua perusahaan yakni CV. Perdana Jaya sejumlah 100 kg dan CV. Jagathreejatra sejumlah 493 kg dengan total nilai sebesar Rp. 14,8 milyar.
• Ini Bedanya Arak-Arakan Pusaka HUT Trenggalek Ke-825 Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan ekspor SBW merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai jual yang tinggi.
"Dan sampai saat ini Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia. Karena itu diharapkan lebih banyak lagi pengusaha khususnya generasi milenial yang terjun dalam usaha ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (29/8/2019).
Ia menjelaskan total produksi SBW Indonesia ± 80% dari seluruh produksi dunia dengan produksi rata-rata lebih dari 1.200 ton per tahun. Sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara produsen SBW terbesar di dunia selain Thailand, Vietnam, Singapura, Myanmar, Malaysia, India dan Srilanka.
• Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun
"Eksportasi SBW melalui Karantina Pertanian Surabaya selama ini telah ditujukan ke beberapa negara. Yaitu Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Amerika Serikat, Australia, Vietnam, Singapura, Kanada, Tailand, Macau, Jepang, Malaysia, Denmark, Korea, Meksiko, dan Jerman," tambahnya.
Fauzi juga menambahkan berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan ekspor SBW ke Hongkong, ekspor SBW pada periode Januari - Agustus 2019 mengalami peningkatan.
"Dibanding tahun 2018, untuk tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 25 persen. Untuk tahun 2018 hanya 101 ton dan pada tahun ini menjadi 122 ton," bebernya.
Sementara itu, direksi CV Perdana Jaya, Andrie Hermawan mengapresiasi langkah yang dilakukan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya dalam hal ekspor SBW.
"Selama ini Balai Karantina Pertanian Surabaya sangat mendukung proses ekspor SBW. Terbukti sebagai pelaku usaha kita diberikan bantuan dan kemudahan dalam pelayanan ekspornya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-leas-ekspor-sarag-burung-walet-di-surabaya.jpg)