Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun

Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun.

Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejari Mojokerto Rudy Hartono optimis eksekusi kebiri akan berjalan 

Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Kejari Mojokerto Rudy Hartono menyebutkan eksekusi kebiri kimia terhadap terpidana Muh Aris dilakukan menjelang akhir masa tahanan terpidana. 

Muh Aris divonis 12 tahun penjara. Dan dua tahun sebelum masa akhir tahanan terpidana akan dieksekusi kebiri. 

"Saya optimis sebelum masa habis masa pidana badannya 12 tahun sudah turun PP nya temponya kira-kira dua tahun sebelum akhir masa tahanan," ujarnya, Kamis, (29/8/2019). 

Via Vallen Menangis Soroti Hukuman Kebiri Kimia Predator 9 Anak di Mojokerto: Mohon Pencerahannya!

Hukuman Kebiri Kimia untuk Predator Anak di Mojokerto, Pusham Ubaya: Jelas Ini Pelanggaran HAM

Pusat Studi HAM Ubaya Menilai Hukuman Kebiri Kimia Tidak Menjamin Kejahatan Seksual Anak Berhenti

Masih kata Rudy, setelah keluar tahanan selesai Aris telah dikebiri. Rudy pun menjelaskan bahwa ada dua kriteria kebiri, pertama kebiri kimia dan kebiri bedah. 

Yang diterima terpidana Aris yaitu kebiri kimia. Yaitu dengan dosis tertentu. "Jadi dosisnya bervarian dari satu bulan hingga enam bulan kalau dua tahun berarti per enam bulan jadi empat kali dia dikebiri," beber Rudy. 

Seperti diketahui, vonis kebiri yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Mojokerto terhadap kasus Muhammad Aris menjadi perbincangan hangat. 

Dimana, predator anak tersebut baru pertama kali akan menerima hukuman kebiri di Indonesia. Aris dinyatakan terbukti bersalah mencabuli sembilan orang korban yang masih berusia anak-anak.   

Persidangannya menggunakan Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Selain diganjar hukuman tambahan kebiri kimia, pemuda asal Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto itu, dipidana penjara 12 tahun dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan penjara. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved