Diduga Korupsi Rp 1 Miliar Dana Pilkada 2015, Kejari Panggil 4 Saksi dan Statusnya Jadi Penyidikan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur semakin intens mengungkap dugaan korupsi di tubuh KPU terkait dana hibah Pilkada 2015.

Diduga Korupsi Rp 1 Miliar Dana Pilkada 2015, Kejari Panggil 4 Saksi dan Statusnya Jadi Penyidikan
surya/Hanif Manshuri
Suasana di Kantor Kejari Lamongan jalan Veteran, Rabu (4/9/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur semakin intens mengungkap dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dana hibah Pilkada 2015.

Bahkan hari ini, 4 orang pegawai KPU diperiksa dan telah ditingkatkan ke penyidikan, Rabu (4/9/2019).

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi mengatakan, pemeriksaan terhadap 4 orang pegawai KPU Lamongan dilakukan seiring dengan naiknya status kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Pilkada 2015 dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Hari ini kita panggil empat orang dan hadir semuanya," kata Yugo Susandi pada wartawan di kantor Kejari, Jalan Veteran Lamongan.

Empat orang pegawai KPU yang dimintai keterangannya diantaranya, adalah Kasubag Keuangan, Kasubag teknis, Kasubag Program dan data serta bendahara KPU.

"Status pemanggilan ke 4 pegawai KPU ini, menurut Yugo, sampai sekarang masih sebagai saksi. Terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah pada Pilkada 2015," ungkapnya Tribunjatim.com.

Waspadai Ciri-ciri Anjing Mau Menggigit, Sebaiknya Jangan Lari, Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Timnas Indonesia Vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Akui Tak Mudah Berlaga di Markas Tim Garuda

Dipastikan, pihak Kejari akan memanggil semua pihak yang terkait dengan aliran dana tersebut mulai dari komisioner, PPK dan semua pihak terkait.

"Kami akan panggil semuanya," tandasnya Tribunjatim.com.

Hanya saja, pemanggilan tidak bisa dilakukan sekali jalan, karena waktu pemeriksaan tidak bisa secara bersamaan.
Yugo menambahkan, pemanggilan dan pemeriksaan ini terkait hasil temuan dari BPK tentang adanya penyalahgunaan dana hibah pada Pilkada 2015 lalu sebesar Rp. 1,1 Miliar.

BREAKING NEWS - Dianggap Provokatif, Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman Jadi Tersangka

Waspadai Ciri-ciri Anjing Mau Menggigit, Sebaiknya Jangan Lari, Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

BNN dan Bea Cukai Jatim Gagalkan Peredaran Narkoba Seberat 7 Kg di Malang

Dari Rp. 1,1 miliar inisudah ada pengembalian dana dari Bendahara.

"Sudah ada pengembalian dari bendahara. Namun nominalnya belum bisa kita sampaikan dan kemungkinan masih ada tambahan lagi terkait pengembalian dana ini," ungkapnya.

Ditambahkan, pengembalian dana hibah ke negara ini tidak menghilang perkara dugaan pidana yang sedang ditanganinya.

"Pengembalian dana itu hanya bisa meringankan, bukan menghilangkan perkara," katanya.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved