Temuan Baru Benda Purbakala di Gedog Kota Blitar, Diduga Kompleks Percandian

Penemuan diduga purbakala di sekitar ditemukannya arca kepala kala di ladang jagung, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar

Temuan Baru Benda Purbakala di Gedog Kota Blitar,  Diduga Kompleks Percandian
Surya/samsul hadi
Batu berbentuk lumpang juga ditemukan warga di sekitar penemuan arca kepala kala di ladang jagung, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Penemuan lagi sejumlah benda diduga purbakala di sekitar ditemukannya arca kepala kala di ladang jagung, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, semakin memperkuat hipotesa Tim BPCB Trowulan, Mojokerto, kalau di lokasi itu dulunya terdapat kompleks bangunan percandian.

"Dari sejumlah benda yang baru ditemukan warga itu semakin memperkuat hipotesa kami kalau di lokasi itu dulunya terdapat kompleks bangunan percandian," kata Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, dihubungi dari Blitar, Jumat (6/9/2019).

Seperti diketahui, warga menemukan lagi beberapa benda diduga purbakala di sekitar lokasi penemuan arca kepala kala, Jumat (6/9/2019). Sejumlah benda itu, batu berbentuk mirip lumpang, batu dengan relief gambar perempuan, batu berbentuk kotak berukir, dan batu kotak polos.

Sehari sebelumnya atau Kamis (5/9/2019), warga juga menemukan batu yang disebut sebagai fragmen miniatur candi di sekitar lokasi. Sejumlah benda itu, saat ini, disimpan warga untuk diamankan.

Tunggu Rekomendasi BPCB Jatim, Pemkab Malang Bakal Jadikan Situs Sekaran Jadi Wisata Purbakala

BREAKING NEWS - Lagi, Ditemukan Batu Berelief Perempuan di Kompleks Percandian Gedog Kota Blitar

Bakar Sampah Sembarangan, Lahan Kosong Dalam Kampus UNIRA Nyaris Ludes Terbakar

"Dugaan kami, di lokasi itu ada kompleks bangunan percandian. Jadi ada bangunan utama, ada bangunan pendukung lainnya, dan pagar keliling," ujar Wicaksono kepada Tribunjatim.com.

Berdasarkan sejumlah komponen yang ditemukan, Wicaksono menduga kompleks bangunan percandian di lokasi merupakan tempat peribadatan kelas kerajaan. Hal itu sesuai dengan batu berbentuk yoni yang sudah ada di lokasi.

Batu berbentuk yoni itu memiliki cerat naga. Menurutnya, kompleks percandian yang terdapat batu yoni yang memiliki cerat dewa naga itu mengidentifikasi sebagai tempat peribadatan kelas kerajaan.

"Candi yang dipakai untuk tempat peribadatan ada tingkatannya, ada kelas kerajaan dan kelas di bawahnya. Kalau yang ada yoni dewa naga biasanya tempat peribadatan kelas kerajaan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Soal posisi benda yang baru ditemukan yang jaraknya sekitar 400 meter ke utara dari lokasi awal penemuan arca kepala kala, kata Wicaksono, itu karena faktor alam dan manusia. Dia menduga bangunan kompleks percandian itu runtuh.

Komponen bangunan percandian kemudian tercerai berai. Komponen bangunan candi kemungkinan ada yang terbawa air atau dipindah manusia. Apalagi, posisi lahan tempat penemuan yang diduga kompleks bangunan percandian merupakan lahan produktif yang masih aktif digarap warga.

"Tapi, kami menduga kuat temuan baru benda-benda itu masih ada kaitannya dengan situs kompleks percandian di lokasi," katanya. (sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved