Seto Mulyadi Sayangkan PB Djarum Eksploitasi Anak: yang Dilakukan KPAI Sudah Tepat
Seto Mulyadi sayangkan PB Djarum eksploitasi anak, "yang dilakukan KPAI sudah tepat."
Seto Mulyadi sayangkan PB Djarum eksploitasi anak, "yang dilakukan KPAI sudah tepat."
TRIBUNJATIM.COM - Kabar rencana dihentikannya audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum tahun 2019 mendatang, mendapat sorotan masyarakat Indonesia.
Pasalnya, selama ini PB Djarum dianggap sebagai salah satu pencetak para pebulutangkis andalan Indonesia.
Alasan PB Djarum sendiri menghentikan audisi beasiswa bulutangkis tahun depan adalah tudingan eksploitasi anak.
• Djarum Foundation Sayangkan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Harus Berakhir Tahun Depan
Namun, sebenarnya, apa dan bagaimana anak dapat disebut dieksploitasi?
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan, bahwa lembaga dinyatakan telah mengeksploitasi anak bila menggunakan badan anak sebagai iklan.
• 4 Fakta Gadis Suku Baduy Terus Diperkosa 3 Pria Meski Sudah Tewas, Pelaku Ada yang di Bawah Umur
"Undang-undang No 35 Tahun 2004 telah mengatakan, menggunakan badan anak sebagai iklan itu adalah eksploitasi," kata Seto Mulyadi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019) malam.
Kak Seto, panggilan akrabnya, menyatakan, anak-anak tidak boleh dijadikan alat untuk sponsor atau iklan.
Terlebih sesuatu yang diiklankan tersebut adalah hal berbahaya bagi kehidupan mereka, yaitu rokok.
Oleh sebab itu, dia menyayangkan pihak PB Djarum yang telah memasang nama brand rokok di baju yang dikenakan anak-anak saat audisi.
• Mengintip Rumah Meggy Wulandari, Istri Kiwil yang Sempat Capek Layani Nafsu Suami, Dapurnya Sempit
Ia menjelaskan, bila PB Djarum ingin membangun bangsa melalui olahraga, apa salahnya bila tidak memasang nama brand rokoknya di badan anak karena hal itu adalah sesuatu yang bertentangan dengan makna yang akan diajarkan untuk anak.
"Anak kan harus hidup sehat, anak juga harus berolahraga, tetapi dibenturkan dengan sesuatu yang bertentangan yaitu rokok," katanya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.
Menurutnya, rokok mengandung zat adiktif dan dinyatakan berbahaya bagi anak-anak.
• Tamara Blezynski Risih Terus Dikirimi Vicky Prasetyo DM, Teuku Rassya Heran: Harus Begitu?
Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) juga menuding bahwa PB Djarum telah memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.
Kak Seto menganggap, apa yang dilakukan oleh KPAI sudah benar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kpai-seto-mulyadi-kunjungi-anak-anak-pelaku-peledakan-bom-di-surabaya_20180516_180340.jpg)