Kisah Mbah Waris # 2 Rela Berjualan Koran di Pinggir Jalan Demi Biayai Sekolah Lima Anaknya

Kisah Mbah Waris # 2 Rela Berjualan Koran di Pinggir Jalan Demi Biayai Sekolah Lima Anaknya.

Kisah Mbah Waris # 2 Rela Berjualan Koran di Pinggir Jalan Demi Biayai Sekolah Lima Anaknya
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Mbah Waris saat ditemui TribunJatim.com, di sela dirinya yang menjajakan koran di Jalan Panjang Jiwo Surabaya 

Kisah Mbah Waris # 2 Rela Berjualan Koran di Pinggir Jalan Demi Biayai Sekolah Lima Anaknya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penjual koran bernama Mbah Waris, yang belakangan diketahui mantan pengawal Soekarno harus rela berpeluh keringat mengais rupiah di tepi jalan.

Pria renta itu, harus membiayai kelima anaknya yang masih sekolah.

"Anak saya semuanya enam," kata Mbah Waris yang ditemui saat menjajakan koran di Jalan Panjang Jiwo Surabaya, Rabu (11/9/2019).

Kisah Mbah Waris # 1 Pernah Jadi Pengawal Bung Karno, Sambung Hidup dengan Jualan Koran Sejak Subuh

Kini Jual Koran, Mbah Waris Sang Pengawal Bung Karno Ceritakan Sosok Sang Proklamator, Saya Kangen

Misteri Abu Kematian Freddie Mercury setelah 27 Tahun, Sang Vokalis Queen Tinggalkan Warisan

Dari enam anaknya itu, lima orang masih duduk di bangku sekolah. Sehingga Mbah Waris masih harus membiayai kelima anaknya itu.

Mbah Waris menuturkan, hasil dari jualan koran itu memang tak seberapa. Namun karena kondisinya yang sudah tak lagi muda, sehingga ia mengungkapkan, tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakoni selain menggantungkan nasib dengan menjajakan koran di tepi jalan di Kota Surabaya.

"Iya cukup dek, untuk jajan anak-anak," katanya sambil tersenyum, seolah tak memperlihatkan raut kesedihan.

Ia tak menampik, kadang tumpukan koran yang ia bawa tak satupun laku. Namun tak menyurutkan langkah Mbah Waris sebagai kepala keluarga yang harus membuat dapurnya mengepul dan seluruh biaya sekolah anaknya terpenuhi.

"Ini buat biaya anak-anak itu tadi, ya buat makan, buat jajan mereka juga," kata Mbah Waris.

Menurut Mbah Waris, ia paling tidak bisa melihat anaknya sedih. Sehingga ia mengaku rela berpanas-panasan di tengah jalan agar seluruh kebutuhan anaknya tercukupi.

"Ketimbang anak putu nangis minta jajan, mending kita di pinggir jalan kan dek," kata Mbah Waris.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved