Kisah Inspiratif

Kisah Maria Lidwina #2- Wisudawan Tertua Unusa, Semangat Kuliah di Usia Tua Demi Masa Depan Muridnya

69 menjadi usia spesial untuk Maria Lidwina Endang Suwarni, dia sukses meraih ijazah sarjananya di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya di usia ini.

Kisah Maria Lidwina #2- Wisudawan Tertua Unusa, Semangat Kuliah di Usia Tua Demi Masa Depan Muridnya
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Maria Lidwina Endang Suwarni (69) yang menjadi wisudawati Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan jadi wisudawati tertua di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Demi masa depan anak bangsa, Maria Lidwina Endang Suwarni tak malu mulai menempuh pendidikan tinggi meski usianya tak lagi muda.

Maria Lidwina Endang Suwarni memulai perjalanannya jadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan kini jadi wisudawati Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya di usia 69 tahun.

Maria Lidwina Endang Suwarni pun dinobatkan sebagai wisudawati tertua Unusa.

Menurutnya, keinginannya jadi sarjana Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini dilandasi dari pekerjaannya sebagai guru PAUD.

(Sosok Maria Lidwina Endang Suwarni, Jadi Wisudawati Tertua UNUSA di Usia 69 Tahun)

Wanita kelahiran Semarang 14 maret 1950 mengaku jadi guru Paud di PPT Dewi Sartika Manukan, Tandes Surabaya Sejak tahun 2005.

"Saya tidak punya bekal apa-apa mendampingi Paud padahal anak-anak perlu dipersiapkan masa depannya," kata Maria Lidwina, Rabu (11/9/2019).

Dia pun berharap perjalanannya menempuh pendidikan tinggi dapat menjadi contoh anak dan cucunya.

"Kalau dari usia memang tidak ada lagi yang bisa diharapkan, insentif dari Pemkot untuk guru-guru PAUD diperuntukan bagi mereka yang usia muda," kata Maria Lidwina, Rabu (10/9/2019).

Maria mengaku menerima insentif setiap bulan hanya Rp 50 ribu dari pengelola Paud di daerahnya.

"Saya ingin memberi contoh bahwa tidak ada halangan untuk bisa mencapai gelar sarjana," lanjutnya.

Keluarga pun mendukung pendidikan yang ditempuh Ibu dari tiga anak dan lima cucu ini.

(Kisah Noviana #7, Wisudawan Terbaik Unair, Pernah Diberhentikan Sekolah Disanjung Risma: Luar Biasa)

"Anak-anak menyemangati saya untuk bisa menyelesaikan kuliah. Beruntung SPP dapat subsidi dari Unusa, program Bunda PAUD, jadi kami tidak terlalu berat membayarnya," tutup dia.

Mari mengatakan, kedepannya ia akan tetap melanjutkan mengajar anak-anak Paud, seperti yang telah digeluti sejak tahun 2005.

(Cerita Lailatul Qomariyah, Putri Tukang Becak yang Sabet Gelar Doktor ITS di Usia 27 Tahun)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved