2 Residivis Blitar Ini Tergiur Keuntungan Ganda Nekat Jualan Narkoba, Dapat Uang & Bisa Cicipi Sabu

2 Residivis Blitar Ini Tergiur Keuntungan Ganda Nekat Jualan Narkoba, Dapat Uang & Bisa Cicipi Sabu.

2 Residivis Blitar Ini Tergiur Keuntungan Ganda Nekat Jualan Narkoba, Dapat Uang & Bisa Cicipi Sabu
Ilustrasi sabu-sabu 

2 Residivis Blitar Ini Tergiur Keuntungan Ganda Nekat Jualan Narkoba, Dapat Uang & Bisa Cicipi Sabu

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Penjara seringkali tak membuat orang itu punya efek jera. Apalagi, bagi seorang pemakai sabu-sabu (SS), justru kian mengkhawatirkan.

Seperti yang dialami Sipit Y (47), bapak dua anak asal Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, dan Damiri (48), warga Kelurahan/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar ini.

Meski baru dua bulan keluar penjara, dengan kasus serupa, namun mereka kembali mengedar sabu.

Duduk Semobil dengan si Ayah, Balita dari Blitar Ini Tewas Seusai Mobilnya Hantam Truk di Malam Hari

Ibu yang Dibacok Anak Kandungnya di Blitar Masih Kritis, Pihak RSUD Sebut Luka Bacoknya Parah

Drama Penangkapan Pria Pembacok Ibu Sendiri di Blitar, Borgol Dirusak, Tangan Polisi Sampai Bengkak

Alasannya, cukup klasik. Yakni, dua bulan keluar penjara, tak punya pekerjaan, sehingga membuatnya nekat, untuk kembali perbuatannya. Akhirnya, kedua residivis ini kembali berurusan dengan petugas Satkoba Polres Blitar.

Sebab, Sabtu (14/9) malam kemarin, mereka ditangkap di rumahnya masing-masing. Dari keduanya, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 0.29 gram. Itu merupakan sisa yang dijual.

"Barang-bukti seberat 0,29 gram itu, kami sita dari rumah Sipit. Sedang, yang tiga poket sudah terjual melalui Damiri. Yakni, itu terjual dengan harga Rp 200.000 per poketnya," kata Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi.

Menurutnya, kedua pelaku itu merupakan pemain lama. Sebab, sebelumnya, mereka sudah dipenjara selama dua tahun, delapan bulan, dengan kasus serupa.

Dua bulan keluar penjara, mereka mengaku bingung mencari pekerjaan buat menghidupi keluarganya.

Namun sayangnya, mereka kembali terjerumus pada kasus serupa. Yakni, melakukan jual beli SS. Katanya, mereka kulakan dari seseorang, yang asal luar kota. Untuk bisa kulakan sabu-sabu, mereka harus patungan uang.

"Katanya, tak hanya mendapatkan keuntungan uang. Namun, yang mereka utamakan, katanya, dirinya bisa mencicipinya atau minimal tiga hisapan setiap habis kulakan." ungkapnya.

Aksi pelaku itu terungkap setelah petugas menangkap seorang pemakai dan mengaku mendapatkan barang dari Damiri. Akhirnya, petugas mencarinya dan Damiri ditangkap di rumahnya, Sabtu (14/9) atau menjelang tengah malam.

Kepada petugas, ia mengaku mendapatkan barang dari Sipit. Selang beberapa menit kemudian, Sipit ditangkap di rumahnya.

"Jarak rumah keduanya sangat dekat, sehingga petugas dengan cepat meringkusnya. Saat Sipit diamankan, ditemukan sabu-sabu seberat 0,29 gram, yang disimpan dalam laci meja di samping rumahnya," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved