PLN Optimistis Provinsi NTT Bisa Optimalkan Manfaat Energi Baru dan Terbarukan PLTS
PLN optimistis mampu mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PLN optimistis mampu mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Optimisme itu tergambar dari rasio elektrifikasi yang hingga kini mencapai 73,72 persen dari sebelumnya hanya 62 persen.
Hal itu dikemukakan GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) Ignatius Rendoyoko dalam Kuliah Umum bersama PLN Group dan sejumlah universitas dan perguruan tinggi di Auditorium Politeknik Kesehatan Negeri Kupang, NTT.
“Kami melihat wilayah ini merupakan salah satu provinsi yang tertinggi dalam optimalisasi penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya dalam pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),"paparnya di Kupang, NTT, Jumat (13/9/2019).
Menurut Ignatius pengerjaan projek PLTS di NTT dilakukan melalui peggunaan bidang lahan tanah yang tidak produktif, sehingga nilai ekonomisnya akan bisa terkonversi melalui aplikasi PLTS.
Dalam kuliah umum yang dibuka Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi tersebut diikuti sejumlah perguruan tinggia, antara lain Universitas Nusa Cendana; Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang; Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang; Universitas Muhammadiyah, Kupang dan Politeknik Negeri Kupang.
Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi berharap berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat didukung oleh semua pihak.
Dia juga berharap PLN sebagai BUMN secara kontinu tetap melanjutkan berbagai program corporate social responsibililty (CSR) .
• VIRAL Kisah Janda Pacari Bocah 12 Tahun hingga Berhubungan Intim, Cinta Berawal dari Game Online
• BREAKING NEWS - Mobil Pikap Bermuatan Jerigen Berisi BBM Ludes Terbakar di Kota Blitar
“Harapannya dengan berbagai program kerjasama seperti dalam bentuk penyediaan beasiswa dan sistem vokasi serta link and match, para putra daerah ini akan mampu memiliki pengalaman yang berbeda, dalam mengenyam pendidikan, baik di dalam dan juga sampai ke mancanegara,” tutur mantan Dubes Argentina untuk Indonesia ini.
Milenial Teknologi di Era Industry 4.0
Kepala Jurusan Elektro dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) Jemsrado Sine dalam kesempatan tersebut mengingatkan, para milenial harus cerdas dalam memanfaatkan teknologi, sehingga dalam aplikasinya, perlu mengetahui lebih jauh resiko yang akan terjadi sebagai konsekuensi penggunaan alat dan teknologi komunikasi digital tersebut.
Sedang dalam sambutannya mewakili Direktur PNK Nonce Frida Tuati, Jemsrado menyampaikan apresiasinya kepada PT PLN (Persero), yang di dalam format kerja kesehariannya, sudah mengikuti perkembangan era digital saat ini.
“Kami melihat pola atau sistem bekerja di PLN, dipandang cukup menggairahkan, bahkan sistemnya juga berbeda dengan sistem kerja umum yang berlaku selama ini, sehingga bekerja di PLN saat ini menjadi tantangan, karena tidak membosankan,” jelasnya.
Sementara Direktur Human Capital Management (HCM) PT (Persero) PLN Muhamad Ali menyatakan, di era disrupsi dan revolusi industry 4.0 terdapat tantangan tersendiri bagi pengelolaan sumber daya manusia di setiap organisasi.
Dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pihaknya juga membutuhkan SDM yang kompeten untuk memastikan, bisnis ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat.
Upaya Melistriki NTT Perlu Dukungan SDM Berkompetensi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-pln-di-nttt-energi-terbarukan.jpg)