Sampang Jadi Daerah Rawan Narkoba, Polisi Sebut 14 Kecamatan Beredar Sabu, Jadi Bisnis Menggiurkan

Sampang Jadi Daerah Rawan Narkoba, Polisi Sebut 14 Kecamatan Beredar Sabu, Jadi Bisnis Menggiurkan.

Sampang Jadi Daerah Rawan Narkoba, Polisi Sebut 14 Kecamatan Beredar Sabu, Jadi Bisnis Menggiurkan
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
KBO Satnarkoba Polres Sampang Ipda Eko Edi Purnomo 

Sampang Jadi Daerah Rawan Narkoba, Polisi Sebut 14 Kecamatan Beredar Sabu, Jadi Bisnis Menggiurkan

TRIBUNMADURA.CO, SAMPANG - Saat ini di Kabupaten Sampang, Jawa Timur rawan narkoba, hal itu disebabkan peredaran bahan haram tersebut merata di seluruh wilayah Sampang.

KBO Satnarkoba Polres Sampang Ipda Eko Edi Purnomo, mengakui bahwa di Sampang saat ini rawan Narkoba.

"Karena secara meluas, dalam 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang sudah banyak peredaran bahan tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (17/9/2019).

Dana TisTas SMA/SMK Swasta Sampang Masih Belum Cair, Dindik Sebut Sekolah Tunggu 1-2 Minggu Lagi

Coba Gondol Sapi, Maling di Sampang Todongkan Celurit Minta Diantar Keluar Dusun

Fuad Amin Wafat Tinggalkan Duka Bagi Tokoh Sampang, Ketua PC GP Ansor: Disegani Semua Tokoh Madura

Ia menilai bahwa faktor maraknya peredaran narkoba di Sampang itu karena banyaknya masyarakat yang memilih berbisnis narkoba.

"Berbisnis narkoba memang memiliki resiko besar namun menguntungkan serta menggiurkan, sehingga banyak masyarakat yang terjerumus," ujarnya.

Sedangkan dalam segi kepedulian masyarakat dalam mengungkap peredaran narkoba dinilai masih kurang.

Terbukti, saat terdapat kejadian masyarakat tidak melaporkan ke pihak kepolisian.

"Saya kira masyarakat masih takut dalam melaporkan hal itu, padahal identitas kita rahasiakan," ungkapnya.

Dengan kondisi maraknya kasus narkoba di Sampang, pihaknya mengaku saat ini melakukan penanganan khusus dan ekstra.

"Kami menambah jadwal operasi khusus seperti tumpas narkoba, bahkan saat melakukan operasi lainnya kami menyisipkan operasi narkoba," tutur Eko Edi Purnomo.

Selain itu pihaknya juga melibatkan peran semua lapisan masyarakat, sebab Eko Edi Purnomo menilai peredaran narkoba tidak memandang status pekerjaan.

"Dalam kasus ini kami akan atasi secara mendalam, dan tidak akan memandang profesi, jika memang terbukti kami akan ringkus," tegasnya

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved