LIVE FB: Menguak Fakta Peristiwa 19 September 1945 Lewat Diskusi Terbuka Lintas Generasi

Tanggal 19 September 1945 menjadi peristiwa sejarah Bangsa Indonesia yang ditandai dengan penyobekan warna biru pada bendera Belanda

LIVE FB: Menguak Fakta Peristiwa 19 September 1945 Lewat Diskusi Terbuka Lintas Generasi
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Peristiwa perobekan bendera pada 19 September 1945, Rintoko saat mengungkap fakta baru di jumpa press, hotel majapahit, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tanggal 19 September 1945 menjadi peristiwa sejarah Bangsa Indonesia yang ditandai dengan penyobekan warna biru pada bendera Belanda menjadi bendera Republik Indonesia yaitu merah putih. 

Aksi heroik para Arek Suroboyo tersebut dilakukan di Hotel Yamato Surabaya yang sekarang menjadi Hotel Majapahit yang berlokasi di Jalan Tunjungan, Surabaya. 

Rangkaian peristiwa demi peristiwa sejarah Indonesia yang terjadi di Kota Pahlawan  disampaikan runtut oleh Ananto, Founder Yayasan Jiwa Indah Bangsa dalam Jumpa Pers, Rabu (18/9/2019). 

“Peristiwa 19 september 1945 menjadi kilas balik untuk generasi muda atau milenial agar dapat menghargai sejarah,” tuturnya. 

8 Pesona Cucu Presiden RI dari BJ Habibie hingga Megawati, Sosok Putra Tommy Soeharto Curi Perhatian

Soeharto Mendadak Batal Beli Pesawat Kepresidenan 16 Juta Dollar AS, Tak Semua Diungkap ke Publik

Oleh karenanya, diskusi terbuka antar lintas generasi dapat menjadi wadah anak milenial memahami nilai sejarah peristiwa 19 september 1945. 

“Diskusi terbuka antar lintas agama merupakan konsep baru tahun ini dengan memberikan ruang berbagai generasi tanpa mementingkan umur dan golongan, yang bersifat terbuka,” imbuhnya. 

Pertempuran bendera 19 september 1945 erat kaitannya dengan sejarah yang belum sepenuhnya terungkap. 

Hal ini menjadi salah satu bahan Rintoko, Litbang Yayasan Jiwa Indah bangsa untuk mengungkap data otentik yang dimiliknya.

“Ini merupakan sebuah penelitian terkait peristiwa perobekan bendera 74 tahun silam dengan bersumber dari riset dan wawancara dengan narasumber, semua data matang sudah saya miliki,” ungkapnya. 

Dirinya mengaku fakta yng didukung data akan terus dilakukan riset dan saat ini masih berjalan. 

“Target selesai sekitar 2 tahun kedepan,” tutupnya. 

Simak videonya;

Penulis: Mayang Essa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved