Mahasiswa Surabaya Didorong Sampaikan Kritik Solutif, Bukan Anarkis
Unesa) mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga budaya kritik yang cerdas, dialogis, dan tidak anarkis melalui FGD
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Unesa menggelar FGD untuk mendorong budaya kritik mahasiswa yang cerdas dan tidak anarkis.
- Forum diikuti BEM se-Surabaya dan BEM Nusantara Jawa Timur serta menghasilkan policy brief.
- Mahasiswa didorong menyampaikan kritik berbasis data, dialog, dan solusi kebijakan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga budaya kritik yang cerdas, dialogis, dan tidak anarkis melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merajut Nalar dan Nurani Mahasiswa untuk Bangsa: Kritis Dialogis No Anarkis”.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa se-Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya dan BEM Nusantara Jawa Timur.
Forum ini juga menghasilkan policy brief yang nantinya akan disampaikan kepada pemangku kebijakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap persoalan bangsa.
Ketua BEM Unesa, Birbik Arya Fairuzzamani, mengatakan mahasiswa harus tetap menjadi kelompok intelektual yang berani menyampaikan kritik, namun tetap mengedepankan etika dan solusi.
Baca juga: Jawab Tantangan Masa Depan, Unesa Evaluasi Prodi Sepi Peminat: Opsi Merger hingga Transformasi Nama
Mahasiswa Didorong Jadi Agen Kritik Solutif
“Mahasiswa harus tetap menjadi kelompok intelektual yang berani menyampaikan kritik, tetapi dengan pendekatan yang argumentatif, solutif, dan tidak anarkis. Kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan, bukan sekadar kemarahan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton terhadap berbagai dinamika sosial dan politik yang terjadi saat ini.
Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga demokrasi melalui budaya dialog dan diskusi yang sehat.
“Mahasiswa hari ini harus mampu menjaga nalar dialogis dalam menyikapi persoalan bangsa. Kritik itu penting, tetapi harus dibangun melalui diskusi, kajian, dan rekomendasi kebijakan yang berbasis data,” katanya.
FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, legislatif, dan akademisi, yakni Rizal Wahid selaku Staf Ahli Polkam RI, Imam Syafi’i anggota DPRD Kota Surabaya, serta Hikam Hulwanullah akademisi sekaligus Direktur Puskoper FH Unesa.
Baca juga: Joki UTBK di Unesa Nyaris Lolos, Modus Terbongkar Karena Bahasa Madura
Kritik Harus Berbasis Data dan Dialog
Kasubdit Pengembangan Ormawa Unesa, Tutur Djatmiko, mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga mampu menawarkan solusi konstruktif bagi masyarakat.
“Forum seperti ini penting untuk membangun budaya intelektual di lingkungan kampus, sekaligus mengarahkan energi mahasiswa agar tersalurkan dalam bentuk diskusi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dan kritik konstruktif dari peserta terkait isu sosial, demokrasi, hingga peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas sosial dan intelektual.
Dari forum tersebut, peserta bersama narasumber merumuskan sejumlah poin strategis yang dihimpun dalam policy brief sebagai output utama kegiatan.
Unesa
mahasiswa
kritis
Berita Surabaya Terbaru
berita Surabaya Hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
berita Jatim terbaru
berita Jatim hari ini
| Menko AHY Bongkar Watak Sebenarnya Kementerian di Era Prabowo, Rebutan Anggaran |
|
|---|
| Madura United Menang Telak dari PSM Makassar, Resmi Bertahan di Super League Musim Depan |
|
|---|
| Museum Sri Aji Jayabaya Kediri Tampil dengan Wajah Baru, Tampilkan 54 Koleksi Sejarah |
|
|---|
| Persebaya Pesta Gol di Laga Terakhir Musim Ini, Persik Kediri Dibungkam 5 Gol Tanpa Balas |
|
|---|
| IIDI Gresik Edukasi Gizi Seimbang di Pondok Pesantren Hidayatullah, Cegah Stunting Sejak Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Focus-Group-Discussion-FGD-bertema-Merajut-Nalar-dan-Nurani-Mahasiswa-untuk-Bangsa.jpg)