Inilah Tanggapan PT RHS Group Terkait Adanya Investasi Bodong

Petinggi PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS) Group akhirnya buka suara terkait investasi bodong yang membuat ratusan warga di Mojokerto mengalami kerugian

Inilah Tanggapan PT RHS Group Terkait Adanya Investasi Bodong
Febrianto/Tribunjatim
Kepala Divisi Sosial PT RHS Group, Sumargi, menunjukkan dokumen absensi kehadiran nasabah,Minggu (22/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petinggi PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS) Group akhirnya buka suara terkait investasi bodong yang membuat ratusan warga di Mojokerto mengalami kerugian sekitar 7 Miliar Rupiah.

Melalui Kepala Divisi Sosial PT. RHS Kantor Cabang Mojokerto, Sumargi, membantah dugaan investasi fiktif yang dilakukan oleh PT RHS Group. Menurutnya, usaha tersebut masih aktif sampai saat ini.

" Sebenarnya bukan 7 Miliar Rupiah yang belum kembali. Totalnya 21,5 Miliar Rupiah. Jumlah penabung di Mojokerto 565 orang. Itu bukan ditipu atau sengaja tak dikembalikan," paparnya dalam konferensi pers di rumah makan, Minggu (22/9/2019).

Karena nasabah merasa curiga lantaran uang yang disetor tidak kembali, lanjut Sumargi, pihak PT RHS Group membuat pertemuan kepada semua nasabah di Mojokerto di Gedung TPQ milik Sumargi di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

" Dalam pertemuan itu di sampaikanlah kepada owner bahwa semua anggota bisa menjual aset Waterpark Anoa yang bersertifikat di Nglegok, Blitar yang nominalnya 30 Miliar Rupiah," pungkasnya kepada Tribunjatim.com.

Sumargi membenarkan, M Ainur Rofiq, owner PT RHS Group, juga memiliki bisnis di bidang retail bahan bangunan di Blitar dan Kediri.

"Ada delapan retail toko bahan bangunan di Blitar dan Kediri. Karena persaingan bisnis, ada goncangan-goncangan, akhirnya toko satu per satu toko retail kami tutup begitu ngadat di April 2018. Biasanya setiap tanggal 10 ada SMS banking transfer sesuai tabungan dan lima persen dari tabungan," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Sumargi menjelaskan, semula investor datang bersama penyalur, yang disebut koordinator wilayah (korwil), ke kantor PT RHS cabang Mojokerto, yang saat itu di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

PKB Sebut Jawa Timur Jadi yang Paling Terdampak Jika Cukai Rokok Naik

Pelaku Curanmor di Kota Malang ini Nyamar Jadi Tukang Becak, 20 Motor Berhasil Diembatnya

Polisi Ungkap Penipuan Dengan Modus Rekrutmen Anggota Polsus Tipikor di Kota Kediri

Selain membawa uang untuk investasi, pemodal diminta menyerahkan fotokopi KK, KTP, dan buku rekening bank. Setelah menyerahkan uang ke bagian administrasi di PT RHS Cabang Mojokerto, selanjutnya investor dibuatkan berita acara perjanjian kerja sama. Berita acara tersebut ditandatangani Kepala Cabang PT RHS Mojokerto Dwi Sanyoto, investor, admin, dan korwil.

Oleh Kepala Cabang PT RHS Mojokerto, lanjut Sumargi, dana dari para investor disetorkan ke rekening PT RHS Group atas nama M Ainur Rofiq,selaku Direktur Utama PT RHS Group.

"Dana para pemodal digunakan Ainur Rofiq untuk mengembangkan objek wisata waterpark di Kecamatan Nglegok, Blitar. Waterpark ini dilengkapi dengan 2 gedung pertemuan, 2 bioskop, minimarket, resto, kolam renang syariah, homestay dan pusat oleh-oleh," terangnya.

Sejak mengembangkan bisnis waterpark, lanjut Sumargi, bisnis yang dikelola Ainur Rofiq mengalami kemunduran. Sejak April 2019, para investor tidak lagi mendapatkan bagi hasil 5 persen dari PT RHS Group.

"Saya diberi aset Waterpark Chenoa oleh Rofiq pada (5/9/2018) untuk dijual. Rencananya, dana hasil penjualan untuk mengembalikan modal para investor.Kalau waterpark laku, kami kembalikan semua uang investor," tegasnya. (Febri/Tribunjatim.com)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved