Polisi Ungkap Penipuan Dengan Modus Rekrutmen Anggota Polsus Tipikor di Kota Kediri

Penipuan dengan modus rekrutmen menjadi anggota Polisi khusus (Polsus) Tindak pidana korupsi (Tipikor) diungkap petugas Polsek Mojoroto, Kota Kediri

Polisi Ungkap Penipuan Dengan Modus Rekrutmen Anggota Polsus Tipikor di Kota Kediri
(Surya/Didik Mashudi)
Supana Jadi Santoso tersangka kasus penipuan rekrutmen anggota Polsus Tipikor. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penipuan dengan modus rekrutmen menjadi anggota Polisi khusus (Polsus) Tindak pidana korupsi (Tipikor) diungkap petugas Polsek Mojoroto, Kota Kediri. Satu tersangka pelaku atas nama Supana Jadi Santoso (43) telah diamankan.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi menjelaskan, ungkap kasus penipuan dengan modus menjanjikan korbannya bisa menjadi anggota PNS Polsus Tipikor.

Kasus ini bermula dari laporan korban Deni Martina (19) warga Kelurahan Bandar Kidul dan Ayu Karlina (26) warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Untuk menyakinkan para korbannya tersangka Supana Jadi Santoso sempat membuat kantor perwakilan di Jl Sersan Bahrun, Kota Kediri.

Supana sendiri merupakan warga Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Untuk dapat direkrut menjadi anggota Polsus Tipikor, pelaku menarik uang dari para korbannya.

"Kedua korban yang telah melapor polisi diminta membayar Rp 12.500.000," ungkap AKP Kamsudi kepada Tribunjatim.com, Minggu (22/9/2019).

Pelaku Curanmor di Kota Malang ini Nyamar Jadi Tukang Becak, 20 Motor Berhasil Diembatnya

Ratusan Ultras Ramaikan CFD di Taman Bungkul Surabaya, Galang Dana Korban Kabut Asap

Kabur Saat Hendak Dibawa ke Polsek Ponggok, Pencuri Motor di Blitar Didor Polisi

Dijelaskan AKP Kamsudi, kasus ini berawal saat pelaku menyebarkan brosur penerimaan anggota Polsus Tipikor di sejumlah tempat. Selanjutnya brosurnya diketahui oleh orangtua pelapor yang memberitahu kepada anaknya.

Selanjutnya korban mendaftar ke kantor perwakilan Polsus Tipikor di Jl Sersan Bahrun pada 12 Agustus 2019.

Saat mendaftar, pendaftar juga diminta membawa syarat pendaftaran serta membawa berkas dan membayar uang admistrasi Rp 10 juta.

Dari penjelasan tersangka, setelah mendaftar juga diharuskan mengikuti pelatihan diklat yang berlangsung sekitar 3 minggu.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved