Ratusan Relawan Bersihkan Sampah Plastik di Sungai Pagu Kabupaten Kediri

Ratusan relawan ikut ambil bagian pada kegiatan World Cleanup Day yang berlangsung di Sungai Sukorejo Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kediri

Ratusan Relawan Bersihkan Sampah Plastik di Sungai Pagu Kabupaten Kediri
(Surya/Didik Mashudi)
Relawan yang terlibat dalam kegiatan World Cleanup Day di Sungai Sukorejo Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Minggu (22/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Ratusan relawan ikut ambil bagian pada kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2019 yang berlangsung di Sungai Sukorejo Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Minggu (22/9/2019).

Para relawan yang terdiri pelajar, mahasiswa, ormas, pecinta lingkungan, Tagana dan TNI serta ratusan kelompok komunitas saling bahu membahu membersihkan sampah yang ada di bawah jembatan.

Meski bergelut dengan kotoran sampah di sungai, tidak terlihat raut muka jijik dari para relawan. Para relawan memunguti sampah-sampah dengan tangannya untuk dimasukkan karung.

Selanjutnya rekannya yang ada di atas jembatan kemudian menarik karung berisi sampah dengan alat tali plastik. Kemudian sampah dari bawah jembatan itu diangkut truk.

Mayoritas sampah yang berhasil diangkat berupa sisa plastik dan sampah rumah tangga. Sampah plastik yang tidak dapat terurai secara alami ini terlihat menumpuk di aliran sungai.

Di antara sampah itu seperti bekas bungkus makanan, bekas tas kresek, pembalut dan pempers atau popok bayi. Melihat banyaknya sampah yang diangkat diduga lokasi di bawah jembatan telah menjadi langganan pembuangan sampah masyarakat.

Bakal Calon Pengantin Tak Takut tapi Cemas Januari Wajib Tes Narkoba sebelum ke KUA

Diduga Selingkuh, ASN Asal Kabupaten Sumenep yang Berduaan di Hotel Dilaporkan Polisi oleh Istrinya\

Andrea Dovizioso Kecewa Harus Start dari Urutan ke-10 Balapan MotoGP Aragon 2019

Selain membersihkan sampah, para relawan ada yang melakukan penghijauan dengan menanam pepohonan di sepanjang bantaran sungai.

"Sampah yang diangkat dari bawah jembatan banyak sekali. Kelihatannya lokasi sungai ini telah menjadi langganan untuk membuang sampah," ungkap Arif, salah satu relawan yang ikut bersih-bersih kepada Tribunjatim.com.

Diungkapkan, perlu ada sosialisasi yang lebih intensif lagi supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terlebih di sungai. Pemerintah atau aparat desa perlu membuat papan larangan membuang sampah sembarangan di sungai.

Arif juga menghimbau stake holder termasuk pemerintah daerah membuat regulasi pengurangan penggunaan bahan plastik untuk pembungkus. Karena plastik yang tidak dapat terurai secara alami menjadi salah satu sampah yang dikhawatirkan mencemari lingkungan.

Kegiatan WCD yang berlangsung di wilayah Kabupaten Kediri berlangsung di Sungai Maron, Sungai Bruno, Sungai Bening dan Sungai Sukorejo.

Kegiatan WCD merupakan kegiatan penyelamatan bumi yang berlangsung serentak di 157 negara. Kegiatan serentak ini melibatkan jutaan relawan lintas negara.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved