Warga Masalembu Mengadu ke DPRD Jatim, Minta Listrik Mengalir 24 Jam: Selama Ini Hanya Nyala 6 Jam
Warga Masalembu mengadu ke DPRD Jatim, Senin (23/9/2019). Mereka meminta dewan mendorong pemerintah dalam pengadaan listrik
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga Masalembu mengadu ke DPRD Jatim, Senin (23/9/2019). Di dalam tuntutannya, mereka meminta dewan mendorong pemerintah dalam pengadaan listrik di wilayahnya.
Juru bicara Asosiasi Masyarakat Masalembu Pelanggan - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (AMMP - PLTD), Hasan Basri menjelaskan bahwa selama ini masyarakat disana masih mengandalkan tenaga diesel sebagai sumber listrik. Namun, hal itu dinilai belum maksimal.
Tenaga diesel merupakan bantuan hibah dari provinsi kepada pemerintah kabupaten Sumenep. Selanjutnya, pemerintah Kabupaten Sumenep melimpahkan kepada pihak ketiga sebagai pengelola.
Menurut Hasan, baik dari jumlah pelanggan maupun durasi nyala listrik dinilai masih kurang maksimal. Saat ini, masyarakat yang bisa menikmati listrik baru 600 rumah dari total 25 ribu penduduk di wilayah tersebut.
• Ribuan Mahasiswa Kepung DPRD Malang, Teriaki Jokowi Pemimpin Oligarki, Tuntut Perppu Cabut UU KPK
Sementara untuk durasi nyala listrik baru selama enam jam, yakni sejak pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB. "Akibatnya, seringkali berbagai kegiatan masyarakat menjadi terhambat," kata Hasan Basri kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (23/9/2019).
Misalnya, di bidang pendidikan. Alat peraga berbasis komputer untuk guru dan siswa banyak yang tak dapat digunakan di siang hari. Di bidang perekonomian, sumber daya ikan yang melimpah tak dapat dimanfaatkan dengan baik.
Mengatasi masalah ini, warga Masalembu telah menggalang petisi. Isinya, masyarakat Masalembu setuju dan mendorong pemerintah mengambil alih pengelolaan layanan listrik. Pemerintah dapat mendorong Perusahaan Listrik Nasional (PLN) untuk ambil bagian dalam pengadaan listrik di sana.
"Petisi ini kami galang sejak 6 Agustus hingga 14 September 2019. Selain warga masyarakat, berbagai organisasi ikut mendukung petisi ini," kaya Koordinator AMMP-PLTD, Burhanuddin dikonfirmasi terpisah.
• Terbakarnya KM Santika Nusantara di Masalembu Makan Korban, 3 Orang Tewas Diduga Kedinginan
Rombongan perwakilan Warga Masalembu yang berjumlah puluhan orang pun diterima langsung oleh Anggota DPRD Jatim, Kuswanto dan M Ashari. Kuswanto pun perjanji akan membawa aspirasi masyarakat tersebut kepada pemerintah.
"Solusi untuk kepulauan seharusnya ada energi terbarukan yang tidak mengandalkan pembangkit yang ada di Jawa dan Bali. Sehingga, hal ini menjadi perhatian kita melalui pemerintah," kata Kuswanto yang juga politisi Demokrat ini di tempat yang sama.
"Misalnya, dengan menggunakan tenaga surya. Untuk pengadaannya, bisa melalui APBD atau menggunakan hibah CSR perusahaan," jelas Kuswanto.
Masalembu adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura. Kecamatan ini terdiri dari empat desa, yang tersebar di beberapa kepulauan. Luas total wilayah ini mencapai 40,85 kjm yang dibatasi oleh Laut Jawa di semua sisinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/warga-masalembu-mengadu-ke-dprd-jatim.jpg)