Air Telaga Pasir Sarangan Magetan Surut, Perahu Terparkir Jauh dari Bibir Telaga

Momen kekeringan tampak jelas bila memantau Telaga Pasir Sarangan, magetan. perahu di Telaga Pasir Sarangan pun terpantau terparkir begitu ke tengah

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/DONI PRASETYO
Kemarau panjang tahun ini menjadikan air Telaga Pasir, Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan sebagian mengering, sehingga perahu boat yang biasa disewakan untuk wisatawan harus diparkir jauh ke tengah telaga. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Momen kekeringan tampak jelas bila memantau Telaga Pasir Sarangan, magetan.

Warga biasanya memanfaatkan air dari waduk Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Waduk ini biasa difungsikan untuk memasok air bersih ke PDAM Lawu Tirta Magetan yang menjadi sumber mata air satu satunya warga Magetan. Air di sini juga digunakan untuk pertanian di empat wilayah kecamatam.

Namun lantaran Waduk Gonggang debit airnya semakin mengecil di kemarau ini, warga sepakat menggunakan Telaga Pasir Sarangan untuk mengairi aspek pertanian.

(BPBD Gencar Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Kabupaten Nganjuk)

Tentu saja Telaga Pasir Sarangan yang hanya menampung air hujan itu akibatnya kini semakin mengering.

"Seluruh lahan pertanian di bawah Sarangan, semua menggunakan air Telaga Pasir. Telaga Pasir kini menjadi sangat kurang,"kata pemilik hotel yang mengaku bernama Midjo ini kepada Surya, Selasa (24/9/2019).

Fasilitas perahu di Telaga Pasir Sarangan pun terpantau terparkir begitu ke tengah areal telaga, akibat airnya yang semakin surut.

Menurut Midjo, air Telaga Pasir Sarangan, selain untuk menyirami lahan pertanian di bawahnya, juga untuk memasok air ke sejumlah Pabrik Gula (PG) peninggalan Belanda.

"Alhamdulillah, meski air telaga berkurang, tingkat kunjungan wisatawan ke Sarangan tidak ada penurunan, begitu juga yang berminat keliling telaga menggunakan perahu boat,"ujarnya.

Hal itu dibenarkan Kabid Pengelolaan Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Hadi Sumarno.

Hadi mengaku tingkat kunjungan ke Sarangan semakin bertambah, meski kondisi air Telaga Pasir susut.

"Tidak masalah terkait susutnya air Telaga Pasir, Sarangan. Tingkat kunjungan masih tetap antara 4000 - 5000 orang pekan. Dengan susutnya air telaga Sarangan, kami punya gagasan menggelar semacam voly pantai,"kata Hadi Sumarno.

(Baznas Kabupaten Trenggalek Distribusikan 78 Tangki Air Bersih ke Desa-desa Terdampak Kekeringan)

Menurut Hadi Sumarno, untuk urusan air telaga Sarangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan warga setempat tidak punya kewenangan pembagian ular.

"Urusan air menjadi kewenangan Dinas Pengairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo, sehingga pembagiannya sudah diatur secara seimbang antara untuk pertanian dan periwisata,"katanya.

Sementara Direktur Tehnik (Dirtek) PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Wiyono menyebutkan, kuota air PDAM yang menggunakan Waduk Gonggang pun kini juga hampir habis.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved