Liga Indonesia
Persebaya Vs Bali United, Bajul Ijo Menanti Magis Trio Brasil
Persebaya Surabaya untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir turun dengan tiga pemain Brasil saat taklukkan PSIS Semarang 4-0.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Persebaya Surabaya untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir turun dengan tiga pemain Brasil saat taklukkan PSIS Semarang 4-0, Jumat (20/9/2019) lalu.
Ketiga trisula maut Persebaya Surabaya asal Brasil, adalah Otavio Dutra (bek), Diogo Campos (gelandang), dan David Da Silva (striker).
Dua pemain terakhir merupakan pemain asing yang Persebaya Surabaya datangkan di putaran kedua Liga 1 2019.
Turun pertama dalam satu laga, ketiga pemain tersebut tampil menjadi pembeda.
Otavio Dutra dan David da Silva masing-masing sumbangkan satu gol, sementara Diogo Campos membuat satu gol dan dua assist.
• Persebaya Vs Bali United, Bajul Ijo Siap Patahkan Dominasi Pemuncak Klasemen dengan Gaya Main Khas
• Mohammad Ahsan Cedera, The Daddies Putuskan Mundur dari Korea Open 2019
Melihat kontribusi besar trio Brasil di Persebaya Surabaya mengingatkan trio Brasil yang pernah berhasil antarkan Persebaya Surabaya juarai Liga Indonesia musim 1996/1997.
Kala itu, tim Bajul Ijo miliki trio Brasil mematikan, Justino Pinheiro da Silva (bek), Carlos de Melo (gelandang) dan Jacksen F Tiago (striker).
Tak hanya jumlah sama, tiga pemain tersebut juga miliki komposisi sama persis dengan musim ini, yaitu tiga posisi berbeda (bek-gelandang-striker).
Tanpa mengesampingkan peran satu pemain asing lain, Aryn Williams (Australia), melihat performa tiga pemain asingnya, tidak berlebihan jika Bajul Ijo mengejar peluang bisa rengkuh juara musim ini.
Meski selisih 15 poin dengan pemuncak klasemen sementara, Bali United, dengan sisakan 15 laga, bukan tidak mungkin keinginan tersebut bisa tercapai.
• Arema FC Vs PSS Sleman, Super Elang Jawa Waspadai Kebangkitan Singo Edan di Kandang
• Marcus/Kevin Raih Gelar Juara China Open 2019 seusai Kalahkan Ahsan/Hendra
“Dengan trio Brasil, semoga mengulangi prestasi manis Persebaya musim 1997 saat juga miliki trio Brazil, Era Jacksen (F Tiago),” terang Media Officer Persebaya Surabaya, Nanang Prianto, Senin (23/9/2019).
“Target kami memang menargetkan bisa lebih baik dari tahun lalu (Liga 1 2018). Tapi kalau ada peluang juara kenapa tidak,” tambah Nanang Prianto.
Musim lalu, Persebaya Surabaya mengakhiri paruh musim di posisi 13 dengan raihan 22 poin, sementara musim ini, Bajul Ijo mengakhiri putaran pertama di posisi lima dengan torehan 25 poin.
Sementara, klasemen akhir musim Liga 1 2018 lalu, Persebaya Surabaya mampu bertengger di posisi lima klasemen dengan koleksi 50 poin.
“Kami optimistis bisa raih hasil lebih baik dari musim lalu. Apalagi kompetisi masih panjang, untuk itu sebaik mungkin kami menjaga jarak dengan pumuncak klasemen, fokus pertandingan ke pertandingan,” kata Nanang Prianto.
• Madura United Vs Persela Lamongan, Slamet Nurcahyo Bertekad Ulangi Kejayaan Laskar Sape Kerrab
• Kento Momota dan Anthony Sinisuka Ginting Tukar Kaus seusai Lakoni Duel Sengit Final China Open 2019
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/otavio-dutra-misbakus-solikin-dan-david-da-silva-merayakan-gol-persebaya-ke-gawang-bhayangkara-fc.jpg)