Liga Indonesia

Persebaya Vs Bali United, Bajul Ijo Menanti Magis Trio Brasil

Persebaya Surabaya untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir turun dengan tiga pemain Brasil saat taklukkan PSIS Semarang 4-0.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Dwi Prastika
instagram.com/officialpersebaya/
Otavio Dutra, Misbakus Solikin, dan David da Silva merayakan gol Persebaya ke gawang Bhayangkara FC pada laga Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (31/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Persebaya Surabaya untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir turun dengan tiga pemain Brasil saat taklukkan PSIS Semarang 4-0, Jumat (20/9/2019) lalu.

Ketiga trisula maut Persebaya Surabaya asal Brasil, adalah Otavio Dutra (bek), Diogo Campos (gelandang), dan David Da Silva (striker).

Dua pemain terakhir merupakan pemain asing yang Persebaya Surabaya datangkan di putaran kedua Liga 1 2019.

Turun pertama dalam satu laga, ketiga pemain tersebut tampil menjadi pembeda.

Otavio Dutra dan David da Silva masing-masing sumbangkan satu gol, sementara Diogo Campos membuat satu gol dan dua assist.

Persebaya Vs Bali United, Bajul Ijo Siap Patahkan Dominasi Pemuncak Klasemen dengan Gaya Main Khas

Mohammad Ahsan Cedera, The Daddies Putuskan Mundur dari Korea Open 2019

Melihat kontribusi besar trio Brasil di Persebaya Surabaya mengingatkan trio Brasil yang pernah berhasil antarkan Persebaya Surabaya juarai Liga Indonesia musim 1996/1997.

Kala itu, tim Bajul Ijo miliki trio Brasil mematikan, Justino Pinheiro da Silva (bek), Carlos de Melo (gelandang) dan Jacksen F Tiago (striker).

Tak hanya jumlah sama, tiga pemain tersebut juga miliki komposisi sama persis dengan musim ini, yaitu tiga posisi berbeda (bek-gelandang-striker).

David da Silva
David da Silva (INSTAGRAM/OFFICIALPERSEBAYA)

Tanpa mengesampingkan peran satu pemain asing lain, Aryn Williams (Australia), melihat performa tiga pemain asingnya, tidak berlebihan jika Bajul Ijo mengejar peluang bisa rengkuh juara musim ini.

Meski selisih 15 poin dengan pemuncak klasemen sementara, Bali United, dengan sisakan 15 laga, bukan tidak mungkin keinginan tersebut bisa tercapai.

Arema FC Vs PSS Sleman, Super Elang Jawa Waspadai Kebangkitan Singo Edan di Kandang

Marcus/Kevin Raih Gelar Juara China Open 2019 seusai Kalahkan Ahsan/Hendra

“Dengan trio Brasil, semoga mengulangi prestasi manis Persebaya musim 1997 saat juga miliki trio Brazil, Era Jacksen (F Tiago),” terang Media Officer Persebaya Surabaya, Nanang Prianto, Senin (23/9/2019).

“Target kami memang menargetkan bisa lebih baik dari tahun lalu (Liga 1 2018). Tapi kalau ada peluang juara kenapa tidak,” tambah Nanang Prianto.

Musim lalu, Persebaya Surabaya mengakhiri paruh musim di posisi 13 dengan raihan 22 poin, sementara musim ini, Bajul Ijo mengakhiri putaran pertama di posisi lima dengan torehan 25 poin.

Sementara, klasemen akhir musim Liga 1 2018 lalu, Persebaya Surabaya mampu bertengger di posisi lima klasemen dengan koleksi 50 poin.

“Kami optimistis bisa raih hasil lebih baik dari musim lalu. Apalagi kompetisi masih panjang, untuk itu sebaik mungkin kami menjaga jarak dengan pumuncak klasemen, fokus pertandingan ke pertandingan,” kata Nanang Prianto.

Madura United Vs Persela Lamongan, Slamet Nurcahyo Bertekad Ulangi Kejayaan Laskar Sape Kerrab

Kento Momota dan Anthony Sinisuka Ginting Tukar Kaus seusai Lakoni Duel Sengit Final China Open 2019

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved