Stunting Jadi Target Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Nganjuk

Kasus stunting (kurang gizi) yang dialami oleh warga terus diwaspadai Pemkab Nganjuk.

Stunting Jadi Target Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Nganjuk
Surya/Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat bersama Pejabat OPD ditengah warga saat menggelar program Sambang Kampung di Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Rabu (31/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kasus stunting (kurang gizi) yang dialami oleh warga terus diwaspadai Pemkab Nganjuk.

Ini setelah kondisi masyarakat Nganjuk yang belum sepenuhnya keluar dari prasejahtera dipastikan menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, gerakan antisipasi stunting terus digalakkan Pemkab Nganjuk. Salah satunya melalui program pembangunan kesehatan masyarakat yang terus dilakukan.

"Petugas kesehatan terus kami dorong untuk melakukan pemantauan terhadap terjadinya stunting. Dan bila ada kasus stunting harus segera ditindaklanjuti," kata Novi Rahman Hidhayat, Rabu (25/9/2019).

Dijelaskan Mas Novi, panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, kondisi perekonomian warga yang belum baik diduga menjadi salah satu faktor terjadinya kasus stunting. Ini setelah kebutuhan gizi dari warga tersebut mengalami kekurangan akibat keterbatasan daya beli makanan bergizi.

Oleh karena itu, dikatakan Mas Novi, dalam pembangunan kesehatan masyarakat Kabupaten Nganjuk menjadikan kasus stunting sebagai target sasaran dari program kesehatan.

Tabrakan Adu Kambing, Dua Pemotor di Geger Madiun Tewas di Lokasi

Kebakaran Hutan di Gunung Semeru Meluas Hingga 60 Hektar, Sudah Capai Resort Ranu Pani

BREAKING NEWS - Tempat Penyimpanan Palet di Gempol Pasuruan Ludes Terbakar

"Untuk keperluan itu kami senantiasa memantau perkembangan program kesehatan masyarakat tersebut dan itu tidak boleh diabaikan," ujar Mas Novi kepada Tribunjatim.com.

Memang, diakui Mas Novi, sebenarnya sudah cukup banyak program bantuan dari Pemerintah terhadap warga prasejahtera di Kabupaten Nganjuk.

Seperti program PKH dan lainya dari Pemerintah Pusat, program kartu mandiri dari Pemkab Nganjuk, dan sebagainya. Namun dirasa belum semua warga prasejahtera mendapatkan bantuan tersebut.

"Makanya, kami akan lakukan evaluasi terhadap penerima bantuan. Bila dinilai sudah mampu maka bantuan bisa dihentika dan dialihkan ke warga prasejahtera lain yang belum mendapatkan bantuan. Dan kami berharap dengan adanya pemerataan bantuan tersebut kasus stunting bisa dicegah," tutur Mas Novi. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved