Menristek Pamerkan Rumah Tahan Gempa Tipe 36 Dibangun dalam 5 jam

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pamerkan rumah mitigasi (kurangi resiko) bencana gempa setara tipe 36,

Menristek Pamerkan Rumah Tahan Gempa Tipe 36 Dibangun dalam 5 jam
Surya/ Doni Prasetyo
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyaksikan pembangunan rumah tahan gempa tipe 36, dalam waktu 5 jam di Desa Jambangan RT7/RW8, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. 

 TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pamerkan rumah mitigasi (kurangi resiko) bencana gempa setara tipe 36, yang biaya pembangunannya murah, dan proses pembangunan hanya butuh waktu tidak lebih 6 jam.

"Rumah berbahan Unplasticized Poly Vinyl Chloride (UPVC) ini hasil kerjasama Direktorat inovasi dan Pengembangan Universitas Diponegoro dan PT Terryham Proplas Indonesia (TPI) itu, pertama di Indonesia,"kata Menristekdikti Mohamad Nasir di Desa Jambangan, Kecamatan Parang, Kabupaten Ngawi, Jumat (27/9).

Menurut Mohamad Nasir, rumah berbahan bahan UPVC ini selain tahan gempa, kedap suara, tidak panas dan sangat murah biaya pembangunannya.

"Rumah berbahan UPVC ini biaya pembangunannya dibawah Rp 100 juta. Meski berbahan semacam plastik, tapi rumah UPVC ini kedap suara, adem dan tahan gempa dan ini masuk huntap (hunian tetep) tahun sampai minimal 10 tahun lebih,"kata Moh Nasir.

Runah UPVC yang pertama di Ngawi ini dihadiahkan sebagai program bedah rumah untuk Muh Asrof, warga kurang beruntung di Desa Jambangan RT7/RW8, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, nantinya akan dibangun di daerah rawan gempa.

"Kalau rumah tipe 36 yang dijual pengembang harganya sampai Rp 300 juta, tapi dengan rumah berbahan UPVC ini bisa menghemat sekitar Rp 200 juta lebih," ujar Moh Nasir kepada Tribunjatim.com.

AKBP Nanang Djunaedi : Microlearning Didedikasikan untuk Polri

Makan Bareng Cosplayer di Cafe Cure, Boleh Curhat Tapi Jangan Tanyakan Masalah Mantan Pacar Maid

Selain menghemat anggaran, lanjut Moh Nasir, pembangunan rumah berbahan UPVC ini juga menghemat waktu dan tenaga. Jadi kalo di daerah korban bencana kita bangun rumah semacam ini tentunya tidak perlu lagi membangun hunian sementara (huntara), jadi banyak yang dihemat," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dirunci Moh Nasir, pembangunan rumah cepat tipe 36 kurang dari 6 jam itu hanya menyangkut dinding dan sekat kamar mandi, kamar tidur dan ruang tamu.

"Kalau semua dihitung total penyelesaian pembangunan rumah berbaham UPVC itu membutuhkan waktu dua sampai dua setengah hari. Lama waktu itu terhitung pembuatan lantai keramik, kamar mandi termasuk septitank WC, dapur dan atap berikit plafon,"kata Moh Nasir.

Lebih lanjut diungkapkan Moh Nasir, rumah berbahan UPVC berukuran 6 meter X 7,5 meter itu nantinya akan dibangun di wilayah rawan bencana, seperti di Ambon dan wilayah lainnya yang rawan bencana. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved