Tokoh Masyarakat Pertanyakan Monumen Pancasila Magetan Ditutup Kain Hitam, 'Kayak Lambang Duka'
Monumen Pancasila di alun alun Magetan, tepatnya di bagian yang harusnya ditulisi butir butir pancasila terpantau ditutup kain hitam pekat.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Monumen Pancasila di alun alun Magetan, tepatnya di bagian yang harusnya ditulisi butir butir pancasilan terpantau ditutup kain hitam pekat.
Ada yang menyebut, bagian butir-butir pancasila ini harus ditutup kain karena sebagian huruf atau lapisan monumennya rusak.
"Mestinya kain penutupnya jangan hitam. Karena konotasinya kain hitam itu "berduka" atau hal tidak baik,"kata Atma Emanuel tokoh masyarakat Magetan pada Senin (30/9/2019).
Dia juga yang mengusulkan berdirinya monumen Pancasila di Alun alun Megatan itu.
Menurut Emanuel, bila butir butir Pancasila ditutup kain hitam, mestinya seluruhnya, termasuk lambang burung Garuda juga ditutup kain hitam.
"Mestinya penutupnya kain putih, agar punya arti yang positif. Kalau hitam kan setiap orang tahunya lambang duka,"kata Ketua Lembaga Kerja "Kresna" ini.
Menurut Emanuel, penutupan butir butir di Garuda Pancasila dengan kain hitam itu sudah dilakukan lebih dari dua pekan.
"Kalau itu hanya huruf hurufnya yang patah atau pelapis tembok, tidak sampai sepekan sudah rampung. Masak ini sampai berapa pekan belum dibuka tabir penuntut huruf di butir butir, Pancasila,"ujar pria kelahiran Surabaya ini.
Menurut Emanuel, awalnya kain hitam penutup butir butir Pancasila itu rencananya akan dibuka tepat tanggal 1 Oktober, bertepatan dengavģ88Hari Kesaktian Pancasila.
Tapi nyatanya sampai tanggal 30 September menjelang hari Kesaktian Pancasila, ternyata belum dibuka.
(Risma Rencanakan Bangun Museum Olahraga di Surabaya, Gedung Gelora Pancasila Jadi Kandidat Lokasi)
"Tanda tanda selubung hitam yang menutupi bagian Pancasila, lambang negara Indonesia, bakal dibuka bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober (hari ini), tidak menunjukan hal itu,"kata Atma Emanuel.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Ka Perkim) Kabupaten Magetan Mujiono mengatakan, ada beberapa lapisan tembok monumennya lepas.
"Ada beberapa batu granite hitam yang membungkus tembok monumen lepas. Tidak tahu siapa yang mengelupaskan. Namun, saat ini batu granite hitam itu sudah dipesankan ke Tulungagung,"kata Mujiono kepada Surya.
Dia pun berjanji pasukannya segera memperbaiki monumen Pancasila yang terkelupas batu granite hitamnya itu.
Reporter: Surya - Doni Prasetyo